Teatrikal Agresi Militer Belanda II di Kebumen

Teatrikal Agresi Militer Belanda 19 Desember 1948

Teatrikal Agresi Militer Belanda 19 Desember 1948

KEBUMEN – Untuk mengingatkan kembali peristiwa sejarah 19 Desember 1948, peristiwa Agresi Militer Belanda ke 2 yang telah banyak memakan korban dari kaum pribumi di Kebumen. Merupakan peristiwa sejarah yang terlupakan. Masyarakat  peduli  sejarah Kebumen, bersama Kodim 07/09 Kebumen, pada Kamis (19/12) mengadakan peringatan peristiwa itu.

Sedikitnya 80 orang, terdiri dari  50 orang dari unsur masyarakat dan 30 anggota TNI Kodim 07/09 Kebumen mengadakan peringatan itu. Peringatan diawali dengan upacara sederhana di depan Makodim 0709 Kebumen, dipimpin Pasipers Kapten Suyud mewakili Dandim 07/09 Kebumen. Kemudian dilanjutkan  sambutan dari Tokoh Budayawan Muda Kebumen, Ravie Ananda, mengingatkan kembali peristiwa sejarah 19 Desember 1948.

Peringatan itu disambut antusias warga, dari 50 orang yang mengikuti prosesi peringatan, berpakaian ala tentara penjuang pada masa dahulu, lengkap dengan atribut bambu runcingnya. Setelah selasai upacara, pasukan berbaris menuju jembatan Renvile dan tugu Renvile, berada di Panjer Kebumen, yang berjarak 300 meter dari Makodim Kebumen. Setelah berada di jembatan kereta api renvile, disitu dilakukan pertunjukan tetrikal pembantaian  tentara Belanda terhadap tentara Indonesia, yang disesuaikan dengan cerita aslinya. Usai pertunjukan teatrikal dilanjutkan do’a bersama di tugu Renvile yang jaraknya bersebarangan dengan jembatan Renvile. Peringatan berakhir dengan peletakan karangan bunga di lapangan tenis depan Makodim, yang terekam dalam sejarah sebagai tempat pembantaian 4 warga Indonesia yang dibunuh oleh Belanda dalam peristiwa itu.

Menurut Ravie Ananda, yang memimpin jalannya peringatan, ditemui disela-sela kegiatan mengatakan, peristiwa tanggal 19 Desember 1948 merupakan peristiwa sejarah besar Bangsa Indonesia yang terjadi di Kebumen. “Namun belum banyak orang yang tahu,”katanya

Peristiwa itu, kata dia, terjadi pada saat Agresi Belanda ke 2, yang ingin memperluas wilayah jajahan di Indonesia. Sebelum Belanda masuk ke Kebumen, dihadang pasukan Tentara Nasional Indonesia di Kali Kemit Karanganyar dan pecah pertempuran di sepanjang jembatan Renvile.”Disitu TNI gugur 7 orang. Sampai sekarang diabadikan dengan Tugu Renvile,”terangnya

Konvoi Belanda pada waktu itu, menggunakan kereta dan kendaraan terdiri dari beberapa Jeep, Panser Wagon dan truk yang dipenuhi serdadu Belanda.

Kemudian, lanjut dia, karena TNI terpojok, Belandapun berhasil merangsak masuk ke Kota Kebumen. Untuk mensiasati agar tentara Belanda tidak masuk ke kantong pertahanan TNI, Pabrik Mexolie yang berada di timur Makodim Kebumen di bakar oleh 2 TNI dan 2 pegawai pabrik. Namun akhirnya keempat orang itu ditangkap dan dibunuh di depan Makodim Kebumen, atau sekarang menjadi lapangan tenis. “Tempat-tempat itu, merupakan bukti sejarah yang harus kita abadikan, agar kita dapat mengenangnya,”ujarnya

Dengan peringatan itu, ia berharap agar masyarakat mengingat kembali peristiwa sejarah besar di Kebumen. Agar masyarakat lebih mencintai Tanah Airnya.

Acara tersebut diliput oleh NET TV untuk acara INDONESIA BAGUS yang memuat kekayaan lokal baik dari sisi sejarah budaya ekonomi dan pariwisata.(Serda Machfud s.staf ter Dim)

Kodim 0709/Kebumen

Website kodim0709.com merupakan situs resmi Kodim 0709/Kebumen, wadah komunikasi TNI di jajaran Kodim 0709/Kebumen dengan masyarakat Kebumen khususnya, sebagai wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat. "Dalam keadaan bagaimanapun, kami selalu ada untuk rakyat..!"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *