Kodim 0709/Kebumen dan Pemkab Kebumen Gelar Pemanfaatan Lubang Biopori

Kodim 0709/Kebumen dan Pemkab Kebumen Gelar  Pemanfaatan Lubang Biopori

Kodim 0709/Kebumen dan Pemkab Kebumen Gelar Pemanfaatan Lubang Biopori

KODIM 0709/KEBUMEN – Lubang Biopori atau Sumur Biopori belakangan ini ramai dibicarakan sebagai salah satu bentuk kepedulian kita terhadap kelestarian lingkungan. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan lubang biopori dan bagaimana hal ini dapat bermanfaat bagi kita.

Kodim 0709/Kebumen bersama Dinas Lingkungan Hidup Kab. Kebumen secara bersama-sama melaksanakan kegiatan pemanfaatan lahan sekitar alun-alun Kebumen dalam pelaksanaan pembuatan lubang biopori, kegiatan yang melibatkan seluruh komponen masyarakat dari mulai unsur jajaran pemerintah daerah Kab. Kebumen, masyarakat sampai dengan para pelajar dan mahasiswa. Kamis (11/6/15)

Kegiatan yang digelar dalam rangka peringatan hari lingkungan hidup sedunia tahun 2015 tersebut dilaksnakan secara terpadu untuk memberikan motivasi bagi masyarakat sekitar Kebumen khususnya dan umumnya bagi seluruh warga Kab. Kebumen di masing-msing wilayah kecamatan.

Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf Putra Widyawinaya, SH mengatakan, secara alami, biopori adalah lubang-lubang kecil pada tanah yang terbentuk akibat aktivitas organisme dalam tanah seperti cacing atau pergerakan akar-akar dalam tanah. Lubang tersebut akan berisi udara dan menjadi jalur mengalirnya air. Jadi air hujan tidak langsung masuk ke saluran pembuangan air, tetapi meresap ke dalam tanah melalui lubang tersebut, tegas Dandim.

Lanjut beliau, tetapi, di daerah perkotaan, keberadaan pepohonan semakin tergusur oleh bangunan-bangunan sehingga lubang biopori menjadi semakin langka. Lagi pula, banyaknya pepohonan tidak selalu mengartikan akan ada banyak air yang terserap, karena permukaan tanah yang tertutup lumut membuat air tidak dapat meresap ke tanah.

Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dibuatlah lubang resapan atau sumur resapan buatan manusia yang sekarang dikenal dengan lubang biopori. Biopori dapat dibuat di halaman depan, halaman belakang atau taman dari rumah.

Lubang biopori sendiri umumnya dibuat dengan lebar kira-kira 30 cm, jarak antar lubang sekitar 50 cm-100 cm.

Kita tidak akan sia-sia bila membuat biopori ini. Manfaat yang bisa didapat antara lain :

Mencegah banjir

Banjir sendiri telah menjadi bencana yang merugikan bagi warga. Keberadaan lubang biopori dapat menjadi jawaban dari masalah tersebut. Bayangkan bila setiap rumah, kantor atau tiap bangunan di Kebumen memiliki biopori berarti jumlah air yang segera masuk ke tanah tentu banyak pula dan dapat mencegah terjadinya banjir.

Tempat pembuangan sampah organik.

Banyaknya sampah yang bertumpuk juga telah menjadi masalah tersendiri di Kebumen. Kita dapat pula membantu mengurangi masalah ini dengan memisahkan sampah rumah tangga kita menjadi sampah organik dan non organik. Untuk sampah organik dapat kita buang dalam lubang biopori yang kita buat.

Menyuburkan tanaman

Sampah organik yang kita buang di lubang biopori merupakan makanan untuk organisme yang ada dalam tanah. Organisme tersebut dapat membuat sampah menjadi kompos yang merupakan pupuk bagi tanaman di sekitarnya.

Meningkatkan kualitas air tanah

Organisme dalam tanah mampu membuat sampah menjadi mineral-mineral yang kemudian dapat larut dalam air. Hasilnya, air tanah menjadi berkualitas karena mengandung mineral.

Banyak manfaat untuk lingkungan kita dengan adanya biopori, maka membuat biopori dapat menjadi salah satu pertimbangan kita agar lingkungan kita menjadi lebih baik.

Kodim 0709/Kebumen

Website kodim0709.com merupakan situs resmi Kodim 0709/Kebumen, wadah komunikasi TNI di jajaran Kodim 0709/Kebumen dengan masyarakat Kebumen khususnya, sebagai wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Dalam keadaan bagaimanapun, kami selalu ada untuk rakyat..!”

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *