Dandim 0709/Kebumen Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda

Dandim 0709/Kebumen Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda

Dandim 0709/Kebumen Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda

KODIM 0709/KEBUMEN, Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 87 diperingati seluruh anggota Kodim 0709/Kebumen bertempat di lapangan upacara Kodim setempat, bertindak selaku inspektur upacara Dandim 0709/Kebumen Letnan Kolonel Inf Putra Widyawinaya, S.H sedangkan bertindak selaku komandan upacara Danramil 21/Rowokele Kapten Inf Sukirno, Rabu (28/10/15).

Pada peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-87 kali ini mengusung tema “REVOLUSI MENTAL UNTUK KEBANGKITAN PEMUDA MENUJU AKSI SATU UNTUK BUMI”. hal ini sesuai amanat Kemenpora Republik Indonesia Imam Nahrawi yang dibacakan Dadim 0709/Kebumen, Tema ini didasari atas keprihatinan yang mendalam terhadap dua hal. Pertama, hari ini kita disuguhi fenomena baru tentang berubahnya pola relasi kemasyarakatan kita akibat arus modernisasi dan kemajuan teknologi informasi.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat pisau bermata dua. Satu sisi ia memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita untuk peningkatan kapasitas pengetahuan dan skill. Namun, pada sisi yang lain membawa dampak negatif. Informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dari pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya tanpa dapat kita bendung dengan baik. Lahir generasi baru yang memiliki pola pikir serba cepat, serba instan, lintas batas, cenderung individualistik dan pragmatik.

Betapa sering, akhir-akhir ini kita disuguhkan kasus-kasus kekerasan dan pembunuhan yang melibatkan anak-anak muda kita. Setelah ditelusuri, kasus-kasus tersebut bermula dari interaksi disosial media. Sosial media, telah menjelma menjadi tempat favorit berkumpulnya anak-anak muda lintas negara, lintas budaya, lintas agama. Interaksi mereka disosial media berjalan real time 24 jam.

Tidak mudah bagi orang tua, guru, lembaga pendidikan termasuk negara untuk dapat mengontrolnya. Di sinilah gerakan Revolusi Mental yang digagas untuk menemukan  relevansinya. Hanya dengan pembangunan karakter kita bisa kuat, tangguh dan kokoh menghadapi dampak negatif dari modernisasi dan globalisasi. Melalui gerakan Revolusi Mental, kita berharap para pemuda Indonesia memiliki kemandirian untuk mengambil keputusan-keputusan terbaik secara jernih sesuai dengan akal sehat mereka, tanpa harus tergantung dari kehadiran orang tua maupun negara di sampingnya. Sudah bukan eranya lagi pemuda diawasi, dikekang apalagi diintimidasi. Saatnya kita memberikan pendampingan, fasilitasi dan motivasi kepada mereka untuk berkembang dan maju sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki.

Keprihatinan kedua adalah terkait fenomena pengelolaan Sumber Daya Alam kita yang belum sesuai dengan konsep pembangunan berkelanjutan atau suistanability development. Sebagai negara tropis, Indonesia menjadi tumpu-an dunia untuk menjaga keseimbangan iklim melalui pasokan oksigennya. Namun, hari ini justru kita menjadi negara yang menyumbang polusi terbesar di kawasan Asia Tenggara melalui kabut asap. Kita sendiri sudah merasakan dampaknya cukup lama. Dampak kesehatan adalah yang paling nyata. Selanjutnya, dampak perekonomian akibat sistem transportasi yang tidak bisa berjalan dengan baik.

Kita semua patut mengapresiasi dan meneladani langkah-langkah yang telah diambil oleh Presiden RI, Joko Widodo dalam menang-gulangi musibah kabut asap. Beliau memimpin langsung penanggulangan bencana kabut asap sampai turun sendiri ke titik api di sejumlah wilayah. Sungguh, tindakan seorang pemimpin yang patut kita banggakan dan kita teladani. Oleh sebab itu, dalam kesempatan kali ini, saya menggugah semangat kepeloporan pemuda untuk ambil bagian dalam penanggulangan musibah kabut asap khususnya dan juga gerakan menjaga keseimbangan iklim melalui pengelolaan Sumber Daya Alam yang bertanggungjawab dan berkelanjutan.  Salah satu ikrar penting dalam Sumpah Pemuda 1928 adalah “satu tanah air, tanah air Indonesia”. Poin ini memberikan tekanan yang sangat kuat kepada para pemuda akan pentingnya menjaga tanah dan air sebagai bagian penting dari komponen bumi yang kita pijak ini demi keberlangsungan masa depan generasi penerus kita.

Sebagai umat beragama, saya yakin semua agama mengajarkan hal yang sama tentang betapa pentingnya menjaga dan melestarikan bumi dengan menjaga keseimbangan ekosistem di dalamnya. Hukum alam itu nyata, karena ia adalah Sunnatullah (kehendak Tuhan). Bumi tidak akan pernah merusak dan menghancurkan dirinya sendiri. Manusia lah pelakunya. Bencana alam yang terjadi sebagian besar karena ulah tangan manusia. Dalam Agama Islam disebutkan dalam Al-Qur’an Surat Ar Ruum Ayat 41 : Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Oleh karena itulah pada kesempatan ini, dengan tema Sumpah Pemuda satu bumi saya mengajak Pemuda Indonesia menjadi khalifah fil ard (pemimpin bumi) yang baik, adil dan bertanggung jawab. Hanya dengan menjaga dan merawatnya kita bisa menjaga keberlangsungan bumi hingga masa yang akan datang seiring dengan pembangunan peradaban kita.

Dalam sisi lain peran pemuda kita harus dapat bersaing dengan para pemuda negara lain terutama untuk mempersiapkan strategi menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Apabila dikaitkan dengan bonus demografi dan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

 

Kodim 0709/Kebumen

Website kodim0709.com merupakan situs resmi Kodim 0709/Kebumen, wadah komunikasi TNI di jajaran Kodim 0709/Kebumen dengan masyarakat Kebumen khususnya, sebagai wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Dalam keadaan bagaimanapun, kami selalu ada untuk rakyat..!”

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *