Bacakan Artikel “Kekesatriaan dan Kerakyatan” di Apel Pagi

    Bacakan Artikel “Kekesatriaan dan Kerakyatan” di Apel Pagi

    Bacakan Artikel “Kekesatriaan dan Kerakyatan” di Apel Pagi

    KODIM 0709/KEBUMEN, Pasiter Kodim 0709/Kebumen Kapten Inf Catur Teguh Widodo, berkesempatan menjadi perwira pengawas  pada kegiatan apel pagi di halaman Makodim 0709/Kebumen, Rabu (04/11/15) Jalan Merak No. 1 Kebumen.

    Dalam amanatnya, Pasiter membacakan artikel berjudul “Kekesatriaan dan Kerakyatan” sebagai bentuk respon masyarakat terhadap pelaksanaan HUT TNI Ke-70 Tahun 2015 tanggal 5 Oktober 2015 di Pelabuhan Indah Kiat Kota Cilegon Provinsi Banten, yang intinya, antara lain : Peringatan HUT TNI Ke-70 pada Senin 5 Oktober 2015 di Kawasan Pantai Indah Kiat Kota Cilegon, Banten yang diawali gelar pasukan dari tiga angkatan yaitu TNI AD, TNI AU dan TNI AL; Demonstrasi Alutsista yang melibatkan Pesawat Sukhoi SU-27/30, yang dilanjutkan demonstrasi Prajurit dan Alutsista TNI seperti TNI AD menampilkan demo Yongmoodo berkekuatan 3.233 Prajurit TNI. TNI AL menggelar Operasi Laut Gabungan dalam rangka merebut keunggulan laut dan Operasi Amphibi untuk mengembalikan kedaulatan NKRI.

    Yang sangat menggetarkan sukma secara mengharukan adalah apa yang dilakukan Panglima TNI pada konferensi pers sehari menjelang Peringatan HUT Ke-70 TNI. Masih banyaknya TNI yang tega menyakiti hati masyarakat dan kerap membuat masalah, memaksa Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

    “Saya menyadari masih ada TNI yang tega menyakiti hati rakyat, berbuat hal tidak senonoh dan tidak semestinya dilakukan. Dalam hal ini Saya mengucapkan dengan hati yang tulus, permintaan maaf sebesar-besarnya kepada Masyarakat Indonesia” tuturnya.

    Mengusung tema “Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat dan Siap Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian” Mantan KSAD itu menyampaikan dua hal. Pertama, Gatot menyadari merujuk fakta sejarah perjuangan bangsa, TNI sebenarnya lahir dari rakyat. “Pejuang yang berjuang merebut kemerdekaan tanpa memandang suku, agama, ras dan golongan, dilandasi semangat gotong royong dengan energy sosial merdeka atau mati. Rakyat mengangkat senjata yang ada untuk mengusir penjajah, inilah cikal bakal lahirnya TNI, jelas TNI adalah anak kandung rakyat, “kata Panglima TNI.

    Menyikapi kondisi bangsa yang kesulitan, Ia mengajak semua elemen bangsa untuk tidak saling memaki dan menyalahkan orang lain. Panglima Gatot mengaku, tanpa bantuan serta kerja sama dari semua komponen masyarakat, kemerdekaan tidak akan pernah dilahirkan.

    Keberanian memohon maaf merupakan pengejawantahan semangat kekesatriaan dan kerakyatan adiluhur Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang layak menjadi teladan bagi seluruh pemimpin bangsa Indonesia, agar senantiasa menjunjung tinggi harkat, martabat dan kepentingan rakyat Indonesia di atas segala-galanya.

    Rakyat merupakan elemen utama dalam kehidupan bangsa dan Negara Indonesia. Tanpa rakyat, sebenarnya mustahil ada Negara dan bangsa Indonesia. Sudah selayaknya bahkan sewajibnya bahwa rakyat berperan sebagai subyek, bukan obyek pembangunan.

    Dalam pembangunan, rakyat wajib dihormati, dihargai dan diperansertakan, bukan ditinggalkan, disingkirkan, digusur, apalagi dibinasakan seolah sekedar sampah Negara dan bangsa belaka. Selamat HUT Ke-70 TNI ! Merdeka !

    Pembacaan artikel berjudul “Kekesatriaan dan Kerakyatan” tersebut disebarluaskan kepada seluruh jajaran secara serentak mulai dari Koramil 01/Kebumen sampai dengan Koramil 22/Ayah, termasuk saat kegiatan upacara tanggal 2 November 2015 yang baru lalu yang dihadiri Kasdim 0709/Kebumen Mayor Arm E. Supardjo, Kepala Kantor Minvetcad IV-14 Gombong Mayor Inf Soegito, Para Danramil dan Pa Staf Kodim 0709, serta Personel Militer dan PNS AD Kodim 0709.

    Bagikan

    Mungkin Anda juga menyukai

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *