Danpos Ramil 11/Bonorowo Dim 0709/Kebumen Bersihkan Sungai dari Eceng Gondok

    Danpos Ramil 11/Bonorowo Dim 0709/Kebumen Bersihkan Sungai dari Eceng Gondok

    Danpos Ramil 11/Bonorowo Dim 0709/Kebumen Bersihkan Sungai dari Eceng Gondok

    KODIM 0709/KEBUMEN – Danpos Ramil Bonorowo Pelda Tupari merasa prihatin saat dirinya memandang Sungai Rowo di Kecamatan Bonorowo, Kebumen tertutup eceng gondok, namun atas inisiatifnya  kini pintu air sudah dibersihkan dari eceng gondok,  saluran air sungai tersebut kini telah bersih sepanjang 5 kilometer mulai dari Desa Mrentul hingga Desa Rowosari. Sungai dengan lebar 18 meter itu pun terlihat indah. Danpos Ramil Bonorowo Pelda Tupari menambahkan, pembersihan eceng gondok itu untuk menghindari banjir di Bonorowo seperti pada tahun 2013, di mana Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berkunjung ke sana.

    ”Kegiatan ini merupakan usulan Gubernur yang ditindaklanjuti oleh Muspika dan Kodim 0709/Kebumen,” kata dia di sela-sela pembersihan eceng gondok didampingi Camat Bonorowo Gigih Basoka Jadi dan Pasi Intel Kodim 0709/Kebumen Kapten Arh M. Kholiludin, Rabu (30/12/15).

    Pembersihan eceng gondok itu melibatkan Muspika dan Babinsa Koramil Bonorowo dan Dinas SDA Provinsi Jateng di Kotoarjo. Personel dilibatkan mencapai 57 orang tersebar di sejumlah titik. Pembersihan eceng gondok itu menggunakan cara tradisional yakni dengan dicacah.

    Dikatakan Tupari, jika eceng gondok tidak dibersihkan maka gulma air tersebut akan menyumbat pintu air mengakibatkan air meluap ke sawah sehingga terjadi banjir. Padahal sawah di Bonorowo berbentuk cekungan sehingga air yang tergenang sulit dibuang.

    ”Eceng gondok di Sungai Rowo ini memang menjadi penyebab banjir di Bonorowo,” terang Tupari. Lebih lanjut Tupari mengatakan, saking banyaknya eceng gondok di Sungai Rowo, menjadikan penanganannya pembersihan cukup memakan waktu lama.

    Hingga kemarin sudah berjalan 22 hari. Selain mencebur langsung ke sungai, pembersihan eceng gondok itu juga dilakukan dari atas jembatan dan tanggul sungai Rowo. Dengan adanya pembersihan eceng gondok tersebut, aliran di sungai itu sudah bisa melewati pintu air pembuangan Desa Rowosari ke Sungai Gentan.

    Disinggung mengenai sawah cekungan di Bonorowo yang mencapai 150 hektare, Tupari mengaku telah berkali-kali mengusulkan kepada pihak terkait untuk melakukan pengurukan. Antara lain di Desa Balurejo, Tlogorejo dan Desa Pujodadi.

    Penanganan sawah cekungan itu agar air bisa naik ke permukaan sehingga mudah diarahkan menuju pembuangan. ”Dengan demikian bisa dilakukan tanam serentak dan panen serentak, khususnya padi. Karena selama ini tanamnya tidak bisa serentak apalagi panennya. Bahkan kerap tidak panen karena air di sawah sulit dibuang,” imbuhnya.

    Bagikan

    Mungkin Anda juga menyukai

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *