Danramil 22/Ayah Penggerak dan Motivator Percepatan Tanam

    Danramil 22/Ayah Penggerak dan Motivator Percepatan Tanam

    Danramil 22/Ayah Penggerak dan Motivator Percepatan Tanam

    KODIM 0709/KEBUMEN, Danramil, Camat, PPL, Perhutani, Polsek dan  Pok Tani Sri Tanjung Kecamatan Ayah Kab. Kebumen melaksanakan terjun sawah dalam rangka membangkitkan para petani dalam upaya percepatan tanam di seluruh wilayah kecamatan Ayah, Selasa (22/12/15).

    Kegiatan yang hampir melibatkan seluruh jajaran SKPD se-Kec. Ayah tersebut dibilang sukses pasalnya langkah ini bisa dibilang sukses sebagai wujud upaya khusus pertanian untuk mencapai swasembada pangan.

    Menurut penuturan Danramil 22/Ayah Kapten Czi Saliyo, mengatakan, “memang kita sempat mundur waktu dari masa tanam yang seharusnya dimulai pada bulan Oktober kemaren, kini baru bisa kita melakukan tanam pada bulan Desember, hal ini disebabkan curah hujan mulai turun dan lebih parah lagi dengan derasnya hujan, banyak sawah-sawah di hampir seluruh wilayah kecamatan Ayah banyak yang tergenang air, akhirnya masa tanam pun mundur lagi, hingga baru bisa terwujud kemaren, meski masih ada sawah yang tergenang air namun sebagian besar sawah sudah mulai bisa ditanami,” ujr Danramil menjelaskan.

    Untuk acara pelaksanaan kegiatan tanam kali ini di pusatkan di Desa Jatijajar Kec. Ayah Kab. Kebumen dengan luas lahan secara keseluruhan 400 Hektare yang tersebar di 6 kecamatan, dalam kegiatan tanam kali ini Danramil dan pihak UPT pertanian sepakat dengan jenis padi Situbagendit, sebab bibit ini disamping tahan hama penyakit, jenis ini usia panennya lebih cepat.

    Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kebumen, Ir. Pudji Rahayu di Kebumen, Selasa, mengatakan gerakan percepatan tanam padi serentak ini melibatkan penyuluh UPT pertanian, baik PNS maupun tenaga harian lepas, termasuk Babinsa Kodim 0709/Kebumen, seluruh Gapoktan, dan para kelompok tani.

    Ia mengatakan kegiatan ini untuk menindaklanjuti surat edaran Menteri Pertanian tentang tanam seretak di seluruh Indonesia yang dipusatkan di desa-desa binaan. “Dalam kegiatan ini peran penyuluh sangat besar, karena mereka tahu persis lahan mana yang kosong, kelompok mana yang aktif, dan Babinsa mana yang ‘back up’ kegiatan lapangan dimonitor terus,” katanya.

    Bagikan

    Mungkin Anda juga menyukai

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *