Babinsa Lakukan Tahnik Penyiangan Lahan

     

    Babinsa Lakukan Tahnik Penyiangan Lahan

    Babinsa Lakukan Tahnik Penyiangan Lahan

    KODIM 0709/KEBUMEN, Anggota Koramil 14/Pejagoan Kodim 0709/Kebumen Serda Maksum melaksanakan kegiatan pendampingan pertanian dalam rangka penyiangan padi Mikongga pada lahan seluas 50 ubin di Desa Kedawung Kec. Pejagoan, Kebumen, Selasa (23/2/16).

    Penyiangan atau sering juga disebut pendangiran merupakan salah satu bagian dari paket komponen teknologi yang tak bisa terpisahkan dari budidaya tanaman. Malahan di dalam paket komponen teknologi SRI penyiangan atau pendangiran ini menjadi salah satu bagian terpenting yang akan menentukan pencapaian peningkatan hasil produksi.

    Tujuan dari teknik pendangiran atau penyiangan ini yang pertama adalah untuk menggemburkan tanah supaya aerasi menjadi lebih baik untuk mendorong perkembangan akar tanaman yang maksimal sehingga diperoleh tanaman dengan perakaran yang kokoh dan pertumbuhan yang optimal dan tentunya tanaman akan lebih sehat dan menjadi tidak mudah terserang hama dan penyakit.

    Dan yang kedua adalah untuk mengendalikan gulma yang tumbuh disela-sela tanaman budidaya, dengan adanya gulma yang lebat tentunya akan menambah persaingan untuk memperoleh unsur hara dan sinar matahari yang mengakibatkan pertumbuhan tanaman budidaya terganggu dan bisa menurunkan produksi. Efek dari tujuan yang pertama dan kedua sama-sama menurunkan tingkat produksi tanaman budidaya.

    Banyak diantara petani yang memiliki pengertian bahwa penyiangan hanya menghilangkan gulma tanpa mengindahkan perbaikan struktur tanah, padahal tujuan penyiangan yang paling utama adalah dengan adanya penyiangan tanah menjadi gembur sehingga aerasi menjadi lebih baik dan sekaligus gulma yang ada juga ikut bersih dengan penyiangan atau pendangiran tersebut.

    Berdasarkan pengalaman pemakaian herbisida selektif pada pertanaman padi ternyata masih menimbulkan efek negatif bagi tanaman utama, biasanya menguning setelah aplikasi, hal ini mengindikasikan bahwa pemakaian herbisida pra maupun purna tumbuh kurang baik untuk tanaman utama yang dibudidayakan.

    Semua teknik penyiangan diatas tidak ada yang paling efektif jika berdiri satu-satu, akan tetapi akan sangat efektif jika menggabungkan setidaknya dua teknik penyiangan, sebagai contoh menggunakan osrog dan tangan, jika menggunakan osrog saja maka bagian-bagian sulit yang berada dekat rumpun padi tidak akan terjangkau oleh osrog, maka mengharuskan penyiangan dengan tangan, dan lagi jika hanya menggunakan osrog biasanya rumput-rumput yang tidak tergaruk oleh gigi osrog akan menepi kedalam barisan tanaman yang akan sangat menyulitkan jika tidak segera disiangi dengan tangan. Itulah sekilas tentang cara memilih teknik penyiangan yang paling tepat sehingga pemakaian herbisida selektif purna tumbuh bisa dipertimbangkan lagi pemakaiaannya. (pard)

     

    Bagikan

    Mungkin Anda juga menyukai

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *