Dandim 0709/Kebumen Pimpin Bersihkan Sungai Rowo dari Eceng Gondok

    Dandim 0709/Kebumen Pimpin Bersihkan Sungai Rowo dari Eceng Gondok

    Dandim 0709/Kebumen Pimpin Bersihkan Sungai Rowo dari Eceng Gondok

    KODIM 0709/KEBUMEN, Dandim 0709/Kebumen Letkol Czi Priyo Sambodo, S.IP memimpin langsung anggota Kodim 0709/Kebumen dan masyarakat diterjunkan ke lokasi pembersihan eceng gondok sungai Rowo di Desa Mrentul Kecamatan Bonorowo, Kebumen, Selasa (23/2/16).

    Dalam sambutannya Dandim 0709/Kebumen Letkol Czi Priyo Sambodo, S.IP mengatakan, “Saya menyambut baik dan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Terlebih, Berawal dari rasa keprihatinan terhadap kondisi Sungai Rowo di Kecamatan Bonoworo, kita akan segera melakukan pembersihan dari eceng gondok yang menutupi sungai tersebut. Dengan harapan, pintu air sungai tersebut akan terbebas dan bersih dari tumbuhan eceng gondok, begitu juga pada saluran air sungai sepanjang 5 kilometer dengan lebar 18 meter ini akan kita bersihkan agar terlihat indah, mulai dari Desa Mrentul hingga Desa Rowosari, “ katanya.

    Kegiatan ini sebagai upaya untuk menghindari banjir di Bonorowo seperti yang pernah terjadi pada tahun 2013 lalu. Tujuan dilakukannya kegiatan ini sebagai tindakan awal penyelamatan tanaman padi yang siap panen di wilayah Bonorowo dan sekitarnya. Permasalahan enceng gondok di wilayah ini sesungguhnya persoalan klasik yang selalu menghantui masyarakat petani. Sebab dengan meningkatnya curah hujan tumbuhan gulma yang memenuhi akan menghambat laju air sungai.

    “Dengan semangat dan dukungan semua pihak saya yakin akan dapat bisa diselesaikan dengan baik. Maka dengan tindakan ini Gulma air yang akan menyumbat pintu air dapat diantisipasi secara dini agar tidak mengakibatkan air meluap ke pesawahan sehingga terjadi banjir, hal ini dihadapkan dengan kondisi sawah di Bonorowo yang berbentuk cekungan sehingga air yang tergenang sulit dibuang” ujar Dandim.

    Dandim juga mengatakan, “Mari kita bangun kebersamaan agar tumbuhan eceng gondok di Sungai Rowo ini tidak menjadi penyebab banjir Bonorowo. Saya sangat berharap warga peduli mengatasi enceng gondok yang perkembangannya sangat cepat. Kalau sampai aliran sungai terganggu maka luapan air akan mengancam tanaman padi siap panen. Kalau sampai lahan persawahan terendam akan sangat menyulitkan bahkan merugikan masyarakat, namun dengan semangat gotong royong, aliran sungai Rowo nantinya bisa lancar kembali dan bisa melewati pintu air pembuangan Desa Rowosari ke Sungai Gentan, “imbuhnya.

    Menyinggung mengenai sawah cekungan di Bonorowo yang mencapai 150 hektare, Dandim meminta kepada jajaran Muspika Bonorowo agar membuat upaya upaya khusus bersama pihak terkait untuk melakukan pengurukan. Antara lain di Desa Balurejo, Tlogorejo dan Desa Pujodadi. Penanganan sawah cekungan itu dimaksudkan agar air bisa naik ke permukaan sehingga mudah diarahkan menuju pembuangan.

    Lingkungan merupakan tempat dimana manusia hidup dan salah satu elemen kehidupan serta faktor yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia.  Lingkungan dapat juga mewarnai segala aktifitas kehidupan manusia mulai dari gaya hidup, cara berperilaku, pola pikir, bahkan kepribadian. Beragam bentuk kerusakan lingkungan, seperti pencemaran udara, pencemaran air, dan menurunnya kualitas lingkungan akibat bencana alam banjir, longsor, kebakaran hutan, krisis air bersih. Hal ini lama kelamaan akan dapat berdampak global pada lingkungan yang akan mengakibatkan menurunya angka kesehatan masyarakat itu sendiri.

    Melalui Gerakan Nasional Indonesia Bersih, merupakan wadah untuk menangani masalah tersebut dan dengan langkah awal yang dilakukan saat ini akan mempunyai dampak besar terutama bagi kelangsungan hidup mahluk-mahluk lainnya di masa yang akan datang. Dalam menghadapi permasalahan lingkungan hidup akhir-akhir ini semakin menurun, baik dari segi kuantitas maupun kualitas, maka hal ini harus segera disikapi dengan arif dan bijaksana melalui pengelolaan sumber daya manusia, sumber daya alam dan lingkungan hidup yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

    Dari tahun ketahun pemerintah telah berusaha untuk meningkatkan kualitasnya, oleh karena itu perlu segera didorong cara pandang terhadap lingkungan hidup yang berwawasan etika lingkungan. Pada ujung amanatnya, Dandim menekankan kepada seluruh undangan yang hadir, “Melalui kegiatan Gerakan Nasional Indonesia Bersih (GNIB), mari kita bersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal, mendaur ulang sampah, membuang limbah dan sampah pada tempat-tempat yang telah ditentukan serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berhubungan dengan kelestarian dan kebersihan lingkungan.

    Sekali lagi Saya mengajak kepada masyarakat seluruhnya, agar senantiasa melakukan pembersihan lingkungan secara berkesinambungan dan harus yakin bahwa kegiatan ini membawa dampak positif. Peran serta masyarakat dalam pembersihan eceng gondok saat ini sangat penting, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan disekitar tempat tinggal kita masing-masing. Mengingat anak dan cucu kita juga perlu dan berhak atas udara segar untuk bernafas, tanah yang subur untuk bercocok tanam, air jernih untuk sumber kehidupan, dan kondisi sosial budaya yang layak untuk hidup.

    Sebagai solusinya, tidak ada jalan lain kecuali dengan memberikan ruang bagi gerakan kebersihan lingkungan seperti yang hari ini dilaksanakan dan disertai dengan upaya-upaya untuk mencegah timbulnya bencana. Semoga pelaksanaan pembersihan eceng gondok pada hari ini sukses demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat dimasa mendatang. Kodim 0709/kebumen mengucapkan terimakasih dan penghargaan atas dukungan semua pihak demi lancarnya kegiatan ini, “ pungkas Dandim. (pard).

     

    Bagikan

    Mungkin Anda juga menyukai

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *