Koramil 09/Kutowinangun Uji Coba Mesin Model Baru Pengilingan Padi

    Koramil 09/Kutowinangun Uji Coba Mesin Model Baru Pengilingan Padi

    Koramil 09/Kutowinangun Uji Coba Mesin Model Baru Pengilingan Padi

    KODIM 0709/KEBUMEN – Bati Tuud Koramil 09/Kutowinangun, Serma Agus Wijayanto bersama Kepala Distannak Kebumen melaksanakan pengecekan dan uji coba alat giling gabah/padi Rice Milling Unit (RMU) yang baru selesai di bangun dan siap di operasionalkan yang secara pengoperasiannya melalui  gabungan kelompok tani (Gapoktan) Enggal Maju, yang di ketuai oleh Bapak Munsyarif, Desa Tanjungsari Kec. Kutowinangun – Kebumen. Dengan hasil uji coba, gabah 300 Kg menjadi 204,5 Kg dengan waktu 20 menit. Sabtu (6/2/16).

    Dalam kesempatan ini Kadistannak Kebumen, Ir Puji Rahayu, mengatakan, “dengan adanya mesin giling padi baru jenis RMU ini diharapkan para petani khususnya di Desa Tanjungsari akan dapat menopang ketersediaan beras wilayah, sehingga ketersediaan beras, para petani tidak lagi jauh-jauh dan antri dipenggilingan, dengan waktu cukup 20 menit saja gabah sebanyak 300 Kg bisa diselesaikan cepat, dan yang jadi beraspun masih banyak bisa mencapai 204,5 Kg, ini artinya tidak banyak gabah yang terbuang, jika jadi dedak dan merang itu lumrah, “kata Puji.

    Menurut keterangan mesin giling memiliki beberapa pengertian yakni berdasarkan peraturan pemerintah (PP) nomor 65 tahun 1971 adalah suatu perangkat lengkap yang digerakan tenaga mesin untuk menggiling padi atau gabah menjadi beras sosoh. Ada enam unit jenis mesin penggilingan padi yang diklasifikasikan menurut kelengkapan mesin dan kuantitas kapasitasnya.

    Penggilingan Padi Besar (PPB) mempunyai ciri-ciri mesin lengkap dan terdiri dari mesin perontok, pecah kulit, padi separator, pemutih (polisher), grader, elevator, di 1 dan 2, sedangkan kapasitas produksi riilnya lebih besar dari pada 0,7 ton beras per jam.

    Penggilingan Padi Kecil (PPK) mempunyai ciri-ciri, mesinya terdiri atas dua unit terpisah, yang dipasang secara terpisah yaitu pemecah kulit (huster), dan pemutih. Proses pemindahan dari alat satu ke alat lainnya menggunakan tenaga manusia, kapasitas produksinya 0,3 beras per jam.

    Menurut Bati Tuud Koramil 09/Kutowinangun Serma Agus, menjelaskan, untuk jenis mesin yang dipakai dalam uji coba kali ini dengan  jenis RMU atau Rice Milling Unit merupakan mesin penggiling padi yang mempunyai ciri-ciri kebalikan dari mesin PPK, yakni mesin pemecah kulit dan pemutihnya menjadi satu kesatuan, sedangkan pemindahan bahan bakunya dari mesin satu ke mesin lainnya tidak lagi menggunakan tenaga manusia, tetapi elevator, meski demikian, produksi riilnya sama dengan PPK, terang Bati Tuud. (pard).

    Bagikan

    Mungkin Anda juga menyukai

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *