Babinsa Koramil 03/Sempor Fogging Basmi Nyamuk Demam Berdarah

Babinsa Koramil 03/Sempor Fogging Basmi Nyamuk Demam Berdarah

Babinsa Koramil 03/Sempor Fogging Basmi Nyamuk Demam Berdarah

KODIM 0709/KEBUMEN, Babinsa Koramil 03/Sempor Serda Saparin Bersama Puskesmas dan Masyarakat Desa Kalibeji Kec. Sempor Kab. Kebumen melaksanakan kegiatan penyemprotan sarang nyamuk demam berdarah yakni fogging hal ini guna mensukseskan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Sabtu (2/4/16).

Demam berdarah masih membayangi beberapa wilayah di Kec. Sempor seperti di Desa Kalibeji ini. Kegiatan fogging ini didasarkan hasil laporan warga dan pantauan Babinsa bersama Dinas Kesehatan setempat karena terdapat sebagian warga yang terjangkit  Demam Berdarah Dengue (DBD) sehingga masyarakat menganggap fogging diperlukan sebagai pencegahan penyakit khas negeri tropis dengan demam berpola ‘Tapal Kuda’ ini.

Beberapa tahun terakhir, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) seringkali muncul di musim pancaroba, khususnya bulan Januari hingga Maret di awal tahun seperti sekarang ini. Karena itu, masyarakat perlu mengetahui penyebab penyakit DBD, mengenali tanda dan gejalanya, sehingga mampu mencegah dan menanggulangi dengan baik.

Pada tahun 2014, sampai pertengahan bulan Desember tercatat penderita DBD di 34 provinsi di Indonesia sebanyak 71.668 orang, dan 641 diantaranya meninggal dunia. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, yakni tahun 2013 dengan jumlah penderita sebanyak 112.511 orang dan jumlah kasus meninggal sebanyak 871 penderita.

Demikian data yang kami peroleh dari Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), MARS, DTM & H, DTCE, melalui surat elektronik yang diterima Pusat Komunikasi Publik Kemenkes RI.

Apa itu penyakit DBD….?

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan dari orang ke orang melalui gigitan nyamuk Aedes (Ae). Ae aegypti merupakan faktor yang paling utama, namun spesies lain seperti Ae.albopictus juga dapat menjadi faktor penular. Nyamuk penular dengue ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat yang memiliki ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut. Penyakit DBD banyak dijumpai terutama di daerah tropis dan sering menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). Beberapa faktor yang mempengaruhi munculnya DBD antara lain rendahnya status kekebalan kelompok masyarakat dan kepadatan populasi nyamuk penular karena banyaknya tempat perindukan nyamuk yang biasanya terjadi pada musim penghujan.

Bagaimana menanggulangi DBD ….?

Masyarakat perlu mewaspadai dan mengantisipasi serangan penyakit DBD dengan menjaga kebersihan lingkungan di dalam rumah maupun di luar rumah, antara lain melalui peningkatan Gerakan Jum’at Bersih untuk membrantas sarang dan jentik-jentik nyamuk. Untuk Gerakan Jum’at  bersih sendiri sudah sering dilakukan baik oleh pihak Koramil maupun pihak Puskesmas, namun kendala dilapangan yang ditemui masih kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan, ini terabaikan manakala mereka lebih mengutakan kepentingan mencari nafkah, ketimbang menjaga pentingnya peningkatan daya imun tubuh.

Saat ini, pencegahan DBD yang paling efektif dan efisien adalah kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus, yaitu: 1) Menguras, adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es, dan lain-lain; 2) Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan sebagainya; dan 3) Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.

Adapun yang dimaksud dengan Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan, seperti: 1) Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan; 2) Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk; 3) Menggunakan kelambu saat tidur; 4) Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk; 5) Menanam tanaman pengusir nyamuk; 6) Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah; 7) Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

PSN perlu ditingkatkan terutama pada musim penghujan dan pancaroba, karena meningkatnya curah hujan dapat meningkatkan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD, sehingga seringkali menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) terutama pada saat musim penghujan.

Untuk itu, perlu menjaga kesehatan dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan demam berdarah, sehingga diperlukan kepedulian peran serta aktif masyarakat untuk bergotong-royong melakukan langkah-langkah pencegahan penularan penyakit DBD, melalui kegiatan pemberantasan nyamuk dan jentik secara berkala dan PSN 3M Plus, karena saat  ini pola curah hujan yang hingga awal bulan April 2016 ini cenderung meningkat. (Pard)

Sumber : http://www.depkes.go.id/article/view/15011700003/demam-berdarah-biasanya-mulai-meningkat-di-januari.html

Kodim 0709/Kebumen

Website kodim0709.com merupakan situs resmi Kodim 0709/Kebumen, wadah komunikasi TNI di jajaran Kodim 0709/Kebumen dengan masyarakat Kebumen khususnya, sebagai wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat. "Dalam keadaan bagaimanapun, kami selalu ada untuk rakyat..!"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *