Kodim 0709/Kebumen Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap II TA. 2016

Kodim 0709/Kebumen Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap II TA. 2016

Kodim 0709/Kebumen Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap II TA. 2016

KODIM 0709/KEBUMEN, Bertempat di lapangan Desa Kedungdowo Kec. Poncowarno Kab. Kebumen berlangsung kegiatan upacara pembukaan TMMD Sengkuyung tahap II TA. 2016 dengan inspektur upacara Wakil Bupati Kebumen KH. Yazid Mahfudz, Selasa (20/9/16).

Dalam upacara pembukaan kali ini mengambil tema “Dengan semangat kemanunggalan serta  kerjasama lintas sektoral dan lintas komponen bangsa kita wujudkan percepatan desa membangun indonesia  guna meningkatkan kesejahteraan rakyat” dengan diikuti oleh sekitar 500 orang peserta upacara dan bertindak sebagai komandan upacara Danramil 04/Karanganyar Kapten Inf  Bambang Muldianto.

Dalam sambutan Gubernur Jawa Tengah yang dibacakan Wakil Bupati Kebumen KH. Yazid Mahfudz, mengatakan “Satu bukti yang tidak terbantahkan bahwa semangat gotong royong terus terawat dengan baik lewat TMMD, inilah kemanunggalan TNI dengan rakyat yang telah banyak memberi manfaat nyata bagi rakyat Itu sendiri. Oleh karenanya, nggak maido kalau TMMD selalu mendapat sambutan positif rakyat, TMMD telah betul-betul menjadi sebuah program nyata bagi peningkatan kesejahteraan rakyat di desa-desa;

Saya betul-betul memberikan apresiasi atas sinergitas rekan-rekan TNI Polri, lembaga non Kementerian dan Pemerintah Daerah dalam percepatan pembangunan desa melalui TMMD, Jalan-jalan di desa makin elok. Orang mau berangkat ke sawah untuk bertanam, merawat tanaman, memanen maupun mengangkut hasil panen menjadi lebih mudah;

Begitu pula anak-anak sekolah, pergi dan pulang belajar jadi makin enak. Kalau dulu jalan kaki,maka kini bisa bersepeda karena jalannya yang sudah bagus. Dan nggak perlu muter-muter karena sudah ada jembatan yang mampu memperpendek perjalanan. Yang mau periksa kesehatan di Puskesmas juga jadi mudah maupun pelaku UMKM makin lancar memasarkan produknya. Pokoke, dengan Infrastruktur jalan dan jembatan desa yang makin baik memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat desa. Belum lagi pembangunan fisik lainnya yang juga tidak kalah memberikan kebermanfaatan nyata bagi rakyat,

Tidak kalah memberi manfaat untuk yang non fisik, ini menjadi pola-pola pemberdayaan agar rakyat makin berdaya saing, rakyat desa makin punya kemampuan secara mandiri untuk lepas dari belenggu kemiskinan dan keterbelakangan, serta sekaligus punya daya tangkal kuat atas berbagai potensi ancaman dan gangguan yang membahayakan kondusifitas wilayah serta tetap tegaknya NKRI;

Pada prinsipnya, TMMD bagian dari ikhtiar dan upaya kita bersama untuk menanggulangi kemiskinan, keterbelakangan, ketertinggalan dan ketergantungan bukan hanya desa, tetapi juga di berbagai kawasan pinggiran dan perbatasan, ini upaya membangun dan menjaga kedaulatan bangsa. Ini cara merawat ke Indonesia-an kita hari ini.

Dengan kesengkuyungan dan kegotong royongan kita bangun dan berdayakan masyarakat desa, dan kita dayagunakan potensi untuk mengatasi persoalan dengan solusi saat ini kemiskinan masih menjadi PR besar kita yang harus cepat diselesaikan. Di Jateng angkanya masih cukup tinggi. Per Maret 2016 sebesar 13,27% atau 4,507 juta jiwa, Masih ada 15 daerah yang berada pada zona merah kemiskinan. Dan Cilacap menjadi salah satu Kabupaten yang masuk dalam 15 daerah ini, Kita sedang dan terus mengatasi masalah inl dengan prioritas pada wilayah yang berada di zona merah kemiskinan, Strateginya, bagaimana kita bantu kurangi beban pengeluaran masyarakat miskin dan tingkatkan pendapatan mereka,

Untuk itu, beberapa saat lalu bersamaan dengan kegiatan Pesta Rakyat dalam rangka Hari Jadi Jateng ke-66 di Kota Magelang, kita sudah luncurkan Kartu Jateng Sejahtera. Ini bagian dari cara kita mengurangi kemiskinan di Jateng. Kita berikan bantuan kepada 12.764 warga di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang masuk kategori tidak sejahtera. Kenapa hanya 12.764 warga yang menerima KJS Karena yang lain sudah mendapat bantuan dari pemerintah, ini khusus untuk mereka yang ketlingsut, yaitu masuk warga miskin tapi tidak terdaftar sebagai penerima bantuan. Atau tidak “tercover” anggaran negara, baik APBN, AP8D provinsi, maupun APBD kabupaten/kota;

KJS diberikan kepada warga miskin nonproduktif,seperti penyandang cacat dan miskin kategori parah, Sudah bisa cair Oktober 2016 sebagai hasil kerja sama dengan Bank Jateng dan sejumlah Badan Usaha Milik Negara, Insya Allah Pada APBD 2017 akan kita alokasikan anggaran khusus untuk program ini;

Itu salah satu cara, masih banyak cara lainnya untuk mengatasi kemiskinan. Maka melalui TMMD Ini, saya nderek titip pesan agar tingkatkan terus pembangunan kualitas sarana prasarana pelayanan dasar masyarakat desa,Seperti ,lakukan pemugaran Rumah Tidak Layak Huni, Kita sengkuyung peningkatan jumlahnya baik melalui stimulan APBN, APBD, maupun CSR dengan didukung swadaya masyarakat,Kita penuhi pula ketersediaan sarana prasarana air bersih dan sekaligus penyediaan sistem atau saluran pembuangan air limbah,Yang tidak kalah penting,penyediaan jamban keluarga, atau tanki septic komunal, guna melindungi kesehatan, menjaga etika dan sekaligus estetika di lingkungan kita; Demi rakyat, tidak ada kata lelah untuk terus berpeluh dan berkeluh. Mari bergerak dan jangan hanya diam saja untuk bhakti bagi desa dan negara. “ terang Wabup.

Adapun sasaran TMMD Sengkuyung di wilayah Kodim 0709/Kebumen yang akan dilaksanakan selama 21 hari kedepan di Desa Kebapangan Kec. Poncowarno Kab. Kebumen yakni pembuatan jalan rabat beton sepanjang 730 meter ditambah dengan kegiatan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 7 unit, sementara untuk  sasaran non fisik meliputi berbagai macam kegiatan penyuluhan yang menyentuh sendi-sendi kehidupan masyarakat. Usai kegiatan upacara pembukaan TMMD selesai dilanjutkan dengan acara tambahan pentas seni kuda lumping dan peninjauan lokasi proyek sasaran TMMD. (Pard).

 

 

Kodim 0709/Kebumen

Website kodim0709.com merupakan situs resmi Kodim 0709/Kebumen, wadah komunikasi TNI di jajaran Kodim 0709/Kebumen dengan masyarakat Kebumen khususnya, sebagai wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Dalam keadaan bagaimanapun, kami selalu ada untuk rakyat..!”

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *