Arahkan Siswa Berikan Pendidikan Moral Di Era Globalisasi

Arahkan Siswa Berikan Pendidikan Moral Di Era Globalisasi

Arahkan Siswa Berikan Pendidikan Moral Di Era Globalisasi

KODIM 0709/KEBUMEN, Bati TUUD Koramil 04/Karanganyar Pelda Wasito bersama empat orang anggotanya memberikan pembekalan kepada sejumlah siswa dan siswi SMK Taman Dewasa Karanganyar pada acara Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) calon pengurus OSIS yang baru, selain kegiatan fisik dan non fisik yang diberikan, kegiatan keterampilan dan pembekalan materi wawasan kebangsaanpun juga diberikan Wasito, pada kesempatan tersebut Pelda Wasito memberikan materi tentang Pentingnya Pendidikan Moral di Era Globalisasi, Minggu (16/10/16).

Dalam materinya disampaikan Wasito bahwa, Teknologi modern telah menciptakan tercapainya komunikasi bebas yang menerobos ke berbagai pelosok perkampungan, pedesaan dan bahkan mampu menyelusup melalui media audio (radio) dan audio visual (televisi, internet, dan lain-lain) bahkan saat ini melalui telepon seluler. Fenomena modern yang terjadi di awal milenium ketiga ini popular dengan sebutan era globalisasi.

Tidak sedikit kini penggunaan telepoh selulerpun jadi incaran alat yang sangat ampuh oleh tangan sekelompok orang untuk menanamkan atau, sebaliknya, merusak nilai-nilai moral, untuk mempengaruhi atau mengontrol pola fikir seseorang oleh mereka yang mempunyai kekuasaan terhadap media tersebut, persoalan sebenarnya terletak pada mereka yang menguasai komunikasi global.

Perspektif yang ekstrim dalam memberikan kriteria nilai-nilai moral yakni antara nilai baik dan buruk, antara kebenaran sejati dan yang artifisial. Disini era kontemporer identik dengan era sains dan teknologi, yang pengembangannya tidak terlepas dari studi kritis dan riset yang tidak kenal henti.

Menurut UU Sistem Pendidikan Nasional No 20 tahun 2003 pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Sedangkan moral merupakan kondisi pikiran, perasaan, ucapan, dan perilaku manusia yang terkait dengan nilai-nilai baik dan buruk. Moral secara ekplisit adalah hal-hal yang berhubungan dengan proses sosialisasi individu, tanpa moral manusia tidak bisa melakukan proses sosialisasi. Moral adalah nilai keabsolutan dalam kehidupan bermasyarakat secara utuh. Moral adalah perbuatan/tingkah laku/ucapan seseorang dalam berinteraksi dengan manusia. Apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya, maka orang itu dinilai memiliki moral yang baik, begitu juga sebaliknya. Moral adalah produk dari budaya dan agama. Setiap budaya memiliki standar moral yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai yang berlaku dan telah terbangun sejak lama. Moral juga dapat diartikan sebagai sikap, perilaku, tindakan, kelakuan yang dilakukan seseorang pada saat mencoba melakukan sesuatu berdasarkan pengalaman, tafsiran, suara hati, serta nasihat.

Maka dapat disimpulkan bahwa pengertian pendidikan moral adalah usaha yang dilakukan secara terencana untuk mengubah sikap, perilaku, tindakan, kelakuan yang dilakukan peserta didik agar mampu berinteraksi dengan lingkungan masyarakatnya sesuai dengan nilai moral dan kebudayaan masyarakat setempat. Ungkap Wasito. (Pard).

 

Kodim 0709/Kebumen

Website kodim0709.com merupakan situs resmi Kodim 0709/Kebumen, wadah komunikasi TNI di jajaran Kodim 0709/Kebumen dengan masyarakat Kebumen khususnya, sebagai wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat. "Dalam keadaan bagaimanapun, kami selalu ada untuk rakyat..!"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *