Danramil 10/Prembun Pengecekan Penyemaian Padi IR64

Danramil 10/Prembun Pengecekan Penyemaian Padi IR64

Danramil 10/Prembun Pengecekan Penyemaian Padi IR64

KODIM 0709/KEBUMEN, Danramil 10/Prembun Kapten Inf Paijo bersama anggota Babinsa Serda Rebino dan Kepala Bale Benih Pertanian Kec. Prembun Bpk Subardi secara bersama-sama melaksanakan kegiatan pengamatan dan pengecekan penyemaian benih padi jenis IR64 yang kini telah memasuki usia satu minggu hal ini memacu guna persiapan percepatan tanam pada masa tanam ke II, penyemaian kali ini dilakukan di Bale Benih Sri Madono Desa Tersobo Kec. Prembun. Minggu (19/02/17).

Dipilihnya pdi jenisnya IR64, karena memiliki kualitas tumbuh cukup baik, salah satu varietas padi jenis ini yang saat ini paling banyak ditanam petani selain varietas Ciherang adalah varietas IR64. Varietas ini dilepas pemerintah sekitar tahun 1986. Padi IR64 secara kasat mata dapat kita bedakan dengan padi lain. Padi IR64 selain sosoknya agak pendek, jumlah anakkan banyak, dan bulirnya yang agak besar dan ramping, padi ini terlihat “mekar” dibandingkan dengan padi lain.

Sosok padi yang “mekar” inilah yang menjadi ciri khas padi IR64. Ciri-ciri fisiknya panjang dan ramping, sedangkan warnanya putih susu. Beras jenis ini cocok untuk makanan yang berkuah. Untuk luas tanam 0,1 Ha diperlukan 30 Kg benih penyemaian padi dengan sistim tanam jajar legowo perbandingan 2 : 1 atau jarak tanam antara 50 Cm  sampai 25 Cm.

Menurut ketua kelompok tani Werditani Bapak Subardi Desa Tersobo mengatakan perlakuan benih padi pada persemaian ini tentunya melalui beberapa tahapan yakni setelah mendapatkan benih padi yang baik atau benih padi yang tenggelam, tidak langsung disebar pada persemaian tetapi harus dilakukan hal-hal sebagai berikut : untuk benih yang tenggelam agar dibilas dengan air bersih terlebih dahulu, agar tidak mengandung larutan garam atau pupuk. Setelah semua bersih, maka benih direndam selama kurang lebih 24 jam, kemudian ditiriskan selama kurang lebih 48 jam. Lalu benih siap disebar pada bedengan persemaian yang telah disiapkan.

Cara persemaian/pembibitan, yakni pilih lokasi persemaian dekat dengan sumber air dan memiliki drainase yang baik, agar air di persemaian dapat diatur dengan baik (cepat diairi dan cepat pula dikeringkan menurut kebutuhan). Untuk pembuatan bedengan pembibitan dengan luas 400 m2, dan lebar 1 – 1,2 m dan panjangnya menurut keadaan lahan.

Antar bedengan dibuat parit sedalam 25 – 30 cm. Setiap 2 m2 bedengan campurkan kera-kira 2 Kg bahan organik seperti kompos atau pupuk kandang atau campuran serbuk kayu, abu, sekam padi. Pemberian bahan organik pada persemaian ini akan memudahkan pencabutan bibit padi sehingga kerusakan akar dapat diminimalisir.

Persemaian perlu dilindungi dari hama tikus, sebab tikus sangat senang benih padi yang baru disebar, dengan cara membuat pagar plastik mengelilingi tempat pembibitan. Cara ini akan lebih baik/tepat apabila tempat persemaian beberapa petani dalam satu lokasi, dipasang bubu perangkap pada pagar plastik untuk pengendalian tikus sejak dini. Sebarlah benih padi secara merata di atas bedengan. (Sumber informasi petunjuk teknis pengelolaan tanaman terpadu (PTT) padi sawah irigasi. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian. 2008. (Pard).

Kodim 0709/Kebumen

Website kodim0709.com merupakan situs resmi Kodim 0709/Kebumen, wadah komunikasi TNI di jajaran Kodim 0709/Kebumen dengan masyarakat Kebumen khususnya, sebagai wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat."Dalam keadaan bagaimanapun, kami selalu ada untuk rakyat..!"

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *