Dandim 0709/Kebumen Resmi Tutup TMMD Kebumen

Dandim 0709/Kebumen Resmi Tutup TMMD Kebumen

Dandim 0709/Kebumen Resmi Tutup TMMD Kebumen

KODIM 0709/KEBUMEN.  TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I TA. 2019 yang digelar di Desa Karangsari, Kecamatan Kebumen, resmi ditutup, Rabu pagi, 27 Maret 2019. Bertindak selaku inspektur upacara dalam penutupan TMMD kali ini Dandim  0709 Kebumen Letkol Inf Zamril Philiang.

Hadir pada upacara penutupan TMMD itu, Wakil Ketua DPRD Kebumen Miftahul Ulum, Kapolres Kebumen AKBP Robert Pardede, Staf Ahli Bupati Suwedi, Kepala Dispermades P3A Frans Haidar. Serta sejumlah pejabat di jajaran Pemkab Kebumen.

Dalam laporan yang dibacakan Pasiter Kodim 0709/Kebumen, Kapten Inf Bambang Muldianto saat upacara penutupan, menjelaskan TMMD diselenggarakan selama 30 hari. yakni sejak tanggal 26 Februari 2019 hingga 27 Maret 2019.

“Seluruh kegiatan fisik dan non fisik seluruhnya sudah berhasil kita selesaikan,” terangnya.

Adapun kegiatan fisik yang berhasil dibangun, yakni pembangunan rabat beton sepanjang 456 meter, rehab 5 unit RTLH dan pembangunan kios desa 2 unit yang ukuran 5 x 4 meter.

Sedangkan kegiatan non fisik, diantaranya digelar berbagai penyuluhan. mulai penyuluhan bela negara, kesadaran berbangsa dan bernegara, penyuluhan kesehatan (Materi ODF dan PHBS), Kadarkum, Narkoba, percepatan penganekaragaman konsumsi berbasis lokal, penyuluhan KB kesehatan hingga pemutaran film dokumenter.

Adapun anggaran yang digunakan pada kegiatan TMMD tersebut bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 260 juta, APBD Kabupaten Kebumen Rp 105 juta dan APB Desa Karangsari sebesar Rp 129 juta.

Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf Zamril Philiang, dalam sambutannya membacakan sambutan tertulis KASAD Jenderal TNI Andika Perkasa.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja bersama-sama membangun daerah guna mengatasi berbagai masalah dan tantangan di bidang teknologi, ekonomi dan sosial budaya.  Untuk itulah selama TMMD ini para prajurit TNI hadir di tengah-tengah rakyat, menyebarkan semangat gotong-royong dan energi positif untuk maju mencapai keunggulan,”

Penutupan ditandai dengan penyerahan kembali alat kerja, pemukulan kentongan, dan peninjauan hasil pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan peninjauan lokasi pembangunan rabat beton serta peninjauan hasil pembuatan kios desa (Pen)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *