Peresmian Posko Kekeringan Kabupaten Kebumen

Peresmian Posko Kekeringan Kabupaten Kebumen

KODIM 0709/KEBUMEN, Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf Zamril Philiang mengikuti apel peresmian Posko Kekeringan yang digelar Pemerintah Daerah Kabupaten Kebumen. Staf Ahli Bupati Kebumen Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan BP. Suwedi menyebutkan bahwa status siaga darurat bencana kekeringan ditetapkan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kebumen. Hal tersebut disampaikan saat pelaksanaan apel dan peresmian Posko Kekeringan di Halaman Kantor BPBD Kab. Kebumen. Rabu (24/07/19).

Menurut Suwedi, saat ini bencana kekeringan telah melanda hingga 15 desa yang tersebar di 9 kecamatan. Oleh karenanya, Pemkab Kebumen menetapkan status kekeringan ini menjadi siaga darurat bencana kekeringan selama 164 hari. Yang ditetapkan sejak tanggal 21 Mei 2019 sampai dengan tanggal 31 Oktober 2019.

“Potensi kekeringan hingga saat ini berdampak pada masyarakat di 15 desa yang tersebar 9 Kecamatan yang berimbas pada kurangnya air bersih,” ujar Suwedi, saat membacakan sambutan Bupati Kebumen Yazid Mahfudz. Sedangkan di sektor pertanian, kekeringan juga menyebabkan gagal panen pada 4.233 hektar sawah yang tersebar di 6 kecamatan. Sehingga mengancam menurunnya pendapatan petani.

Selain itu dampak lain yang bisa muncul dari kemarau panjang, diantaranya kebakaran hutan, pasokan listrik berkurang. Gangguan kesehatan seperti penyakit pencernaan, penyakit saluran pernapasan yang jika tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan kejadian luar biasa (KLB),

“Saya mengapresiasi atas kesiapsiagaan yang dilakukan dengan berbagai upaya. Seperti pembuatan pipanisasi air bersih, Pamsimas, hingga pemberian droping air bersih,” imbuhnya.

Pemkab Kebumen telah mengeluarkan Keputusan Bupati Kebumen Nomor 360/1151 tahun 2019 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan di Kabupaten Kebumen tahun 2019. Keputusan tersebut berasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang telah menerbitkan peringatan status siaga dan awas musim kemarau panjang di beberapa daerah di Indonesia.  Sedangkan, perkiraan puncak musim kemarau di Kebumen akan terjadi pada Agustus 2019. Diperkirakan baru turun hujan pada September 2019 mendatang. Ia menambahkan, Posko Kekeringan dibentuk sebagai salah satu upaya kesiapsiagaan bersama. Sehingga penanganan kekeringan dapat terkoordinasi, terintegrasi dan terkendali untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya korban dampak kekeringan. “Saya optimis melalui posko ini kita dapat memetakan dan mensinkronkan penanganan kekeringan di Kabupaten Kebumen,” tandasnya.

Hadir pada apel tersebut Dandim 0709 Letkol Inf Zamril Philiang, Kepala Distapang Kebumen Tri Haryono, Kepala BPBD Kebumen Eko Widianto, serta sejumlah pejabat lainnya. Sumber INIKEBUMEN.net (Pendim).

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *