Babinsa Koramil 04/Karanganyar Dampingi Panen Ubinan Poktan “Sinar Tani”

Babinsa Koramil 04/Karanganyar Dampingi Panen Ubinan Poktan “Sinar Tani”

KODIM 0709/KEBUMEN, Babinsa Desa Wonorejo Koramil 04/Karanganyar Sertu Romadi bersama PPL Pertanian Bpk. Wawan melaksanakan upaya khusus (Upsus) dalam upaya swasembada pangan dengan mendampingi petani melaksanakan panen padi ubinan milik Bpk. Cipto anggota Poktan “Sinar Tani” Desa Wonorejo Kec. Karanganyar Kab. Kebumen seluas 80 ubin, Jumat  (02/08/2019).

Metode ubinan adalah salah satu metode dalam dunia pertanian untuk mengetahui perkiraan dari jumlah hasil yang akan didapat pada saat panen. Teknik tersebut adalah merupakan salah satu cara untuk menghitung perkiraan produksi atau hasil panen adalah melalui panen ubinan. Panen ubinan dibuat agar dapat mewakili hasil hamparan.

Langkah-langkah yang diambil adalah pilih pertanaman yang seragam dan dapat mewakili penampilan hamparan, baik dalam segi pertumbuhan, kepadatan tanaman, maupun kondisi pertanaman, luas ubinan perlu ditetapkan dan disesuaikan dengan jarak tanan yang digunakan, batas ubinan harus ditetapkan berada pada jarak antar tanaman (ruang kosong), gunakan minimal dua set jajar legowo yang berdekatan atau dinyatakan sebagai lebar ubinan (l) dan panjang baris tanaman legowo atau dinyatakan sebagai panjang ubinan (p), luas ubinan = Panjang Ubinan (p) x Lebar Ubinan (l) dan dengan ketentuan bahwa Luas ubinan ≥ 10 m², untuk mendapatkan data yang akurat lakukan pengambilan ubinan minimal 3 kali atau lebih. Luas ubinan berdasarkan sistem Tanam Jajar Legowo yang digunakan dengan jarak tanam 25 x 12,5 x 50 cm

Sertu Romadi saat melaksanakan pendampingan ubinan mengatakan “Metode ubinan dibuat agar dapat melihat hasil hamparan dalam budidaya padi. Hasil panen berlimpah merupakan impian bagi seluruh petani padi. Banyak petani yang belum menguasai teknik perhitungan perkiraan produksi padi pada lahan mereka. Perkiraan produksi kebanyakan hanya mengandalkan pengamatan visual dan mempercayakan perkiraan hasil dengan metode penaksiran produksi oleh penebas atau tengkulak yang hasilnya sangat subjektif dan tidak bisa dipertanggung jawabkan keakuratannya secara ilmiah,” kata Romadi.

“Dan saya menghimbau agar hasil panen nantinya dapat dijual ke perum Bulog, sehingga penyerapan produksi padi dapat maksimal dan para petani kesejahteraannya bisa semakin meningkat,” himbaunya.

Bpk. Cipto mengucapkan terimakasih kepada Babinsa Wonorejo dan PPL dari Korlap Dinas Pertanian Karanganyar yang selama ini telah membantu dan mengarahkan petani dalam pertanian. Dan saya sebagai petani jadi mengetahui perkiraan hasil sawah yang digarap melalui metode ubinan. (Pendim)

 

 

 

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *