Babinsa Sruweng Damping Panen Poktan Ngudi Raharjo

    Babinsa Sruweng Damping Panen Poktan Ngudi Raharjo

    KODIM 0709/KEBUMEN, Babinsa Koramil 06/Sruweng Serda Agus melaksanakan pendampingan pertanian dalam rangka panen raya bersama kelompok tani Ngudi Raharjo dengan luas 100 ubin dengan varietas jenis padi ciherang di Desa Giwangretno Kec. Sruweng Kab. Kebumen. Rabu (21/08/19).

    Pendampingan pertanian Babinsa Serda Agus tersebut dilakukan secara bersama-sama dengan anggota PPL. Kegiatan ini telah ia lakukan sejak pengolahan lahan hingga masuk masa panen saat ini. Ada beberapa kegiatan yang dilakukan di lapangan yakni mulai memotong batang-batang padi hingga proses perontokan bulir padi.

    Pendampingan pertanian ini pula bertujuan sebagai bentuk pendekatan emosional terhadap masyarakat tani binaannya dan untuk memperlancar kerjasama dibidang pertanian sehingga akan senantiasa terjalin komunikasi para petani dan Babinsa di lapangan yang pada muaranya guna menunju swasembada pangan Indonesia.

    “Ini kami lakukan sebagai upaya khusus pendampingan pertanian, memang kemampuan kami dibidang tani masih terbatas, namun kami juga tetap belajar dari berbagai sumber, sehingga jika ada kendala dilapangan akan kita selesaikan bersama antara Poktan, PPL, dan Babinsa. Lebih jauh yang bermanfaat dari pendampingan pertanian ini yakni memupuk kebersamaan dan hubungan yang harmonis dengan masyarakat tani.” ucap Agus.

    Lahan milik Poktan Ngudi Raharjo seluas 100 ubin ini mampu tembus hasil 12 kuintal gabah kering panen (GKP) pada musim panen sebeumnya lahan ini hanya mampu tembus angka 10 kuintal GKP.

    “Beberapa bulan belakangan ini wilayah Sruweng sudah jarang turun hujan, namun berkat perawatan yang dilakukan dengan membuat sumur dan airnya dialirkan kesawah, serta pemberian pupuk seimbang, untuk 1 hektare lahan sawah, 100 kg pupuk urea, 350 kg NPK, ditambah 1 ton pupuk organik. Ini yang akan menjadikan produksi padi meningkat. Namun saying masih belum banyak petani yang menggunakan perimbangan itu, hasilnya ya kurang maksimal. Hal ini diperparah dengan kondisi daun terakhir pada batang padi menjadi lebih cepat menguning.” ungkap Sahlan anggota PPL Sruweng.

    “Namun jika terlalu banyak urea yang diberikan, maka akan membuat hasil produksi padi menjadi turun, ini disebabkan daun menjadi lebih cepat mati, karena urea jika diberikan berlebih menjadikan daun itu kepanasan dan akhirnya mati,” imbuh Sahlan. (Pendim)

     

     

    Bagikan

    Mungkin Anda juga menyukai

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *