Dandim 0709/Kebumen Dialog Interaktif Jaga Kemerdekaan

Dandim 0709/Kebumen Dialog Interaktif Jaga Kemerdekaan

KODIM 0709/KEBUMEN. Bertempat di Studio Ratih TV Kebumen, jalan Kutoarjo No. 6 Kebumen, diselenggarakan dialog interaktif malam dalam rangka peringatan HUT RI ke 74 yang dihadiri Dandim 0709/Kebumen Letkol inf Zamril Philiang sebagai narasumber bersama Kakesbangpol Kebumen Nurtaqwa Setia Budi S.H, Jumat (16/08/19).

Dialog interaktif yang digelar Ratih TV ini mengambil tema, “Jaga Kemerdekaan Indonesia Sampai Kapanpun.” Acara yang dipandu reporter Ratih TV Hery Wahyuni memberikan beberapa pertanyaan sebagai berikut :

Bagaimana cara masyarakat kita dalam menjaga kemerdekaan Bangsa Indonesia pak Dandim……? ……..singkat saja Pak Dandim.

Bertepatan dengan momentum kemerdekaan Indonesia ke-74, ada baiknya kita sebagai warga negara berpartisipasi dalam merayakan hari kemerdekaan dan juga berinstospeksi pada diri sendiri. Sebagai warga negara yang baik sudah seharusnya kita mengerti dan memahami nilai-nilai positif perjuangan para pahlawan dengan cara :

  1. Memiliki jiwa solidaritas atau kesetiakawanan.
  2. Pro Patria dan Primus Patrialis, yaitu mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi atau golongan.
  3. Berjiwa toleransi atau tenggang rasa antar agama, suku, golongan, dan bangsa.
  4. Memiliki jiwa tanpa pamrih dan bertanggung jawab. Misalnya, memberikan bantuan, seperti makanan, obat-obatan kepada korban bencana alam.
  1. Jiwa ksatria dan kebesaran jiwa yang tidak mengandung balas dendam, seperti sikap terhadap mantan kaum kooperator (orang yang bekerja sama dengan penjajah) dan bekas gerombolan bersenjata. Nilai-nilai yang dapat kita teladani dari perwujudan keikhlasan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia.

Mohon dijelaskan tentang contoh sikap kita terhadap nilai-nilai Kemerdekaan Indonesia kita pak Dandim……?

  1. Memajukan persatuan dan kesatuan bangsa.
  1. Mewujudkan kesetiaan terhadap Pancasila dengan cara :  Melaksanakan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari;  Menjaga kelestarian Pancasila untuk kelangsungan hidup bangsa dan negara; Menjaga hak dan kewajiban asasi manusia supaya tidak terjadi pelanggaran hak asasi; Memelihara kesadaran untuk menaati dan mematuhi hukum yang berlaku atau peraturan perundang-undangan, yaitu UUD 1945, UU/Perpu, Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, dan Peraturan Daerah.
  2. Menegakkan dan mengisi kemerdekaan dengan berbagai langkah seperti. Mengadakan koreksi serta mengatasi segala penyimpangan-penyimpangan dan penyelewengan terhadap Pancasila dan UUD 1945. Mengabdi pada kepentingan rakyat banyak melalui pembangunan nasional, Melaksanakan sistem demokrasi yang sehat sesuai dengan kepribadian bangsa. Menegakkan hukum, Menegakkan kehidupan konstitusional atau kehidupan yang dilandasi dengan UUD 1945, Ikut berperan serta dalam pembangunan dengan segenap kemampuan. Dengan demikian, sikap positif yang dijelaskan tersebut harus dilaksanakan dalam kehidupan, baik di keluarga, di sekolah, maupun di masyarakat. Apakah sikap-sikap tersebut sudah dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari ? Renungkan sikap positif apa saja yang belum tercantum dan belum dilaksanakan ?

Pelajaran apa yang bisa kita ambil dalam peringatan kali ini pak Dandim…?

Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ini diisi dengan hari kebalikan. Yakni hari dimana orang tua memberikan haknya kepada anak. Maksudnya kita bertukar posisi sebagai pemimpin keluarga dalam waktu satu hari saja, Penerapannya sebagai berikut :

1          Di lingkungan keluarga, Biasanya kita pagi-pagi dibangunkan oleh orang tua, tetapi saat itu berganti kita yang membangunkan orang tua kita. Biasanya kita dibuatkan sarapan, sekarang berganti kita yang membuatnya, biasanya orang tua menyuruh kita menyikat gigi sesudah makan, sekarang berganti kita yang meminta orang tua kita gosok gigi sesudah makan.  Hal tersebut akan melatih anak-anak kita mandiri, karena tugas-tugas orang tua mau tak mau harus kita kerjakan. Selain itu, akan terjadi keharmonisan dalam keluarga.

Maksudnya begini, jika biasanya seorang anak pendiam baik di rumah maupun di sekolah, pada hari itu anak bisa belajar lebih percaya diri. Seorang anak menjadi lebih aktif meninggalkan kebiasaan pendiamnya. Program ini juga dapat melatih seorang anak memahami sifat orang lain. Pada hari itu, kita dapat menjadi orang tua, adik, kakak, dll. Kita menjadi tahu, apa sulitnya menjadi orang tua, teman kita, guru kita. Dampak peningkatan kualitas moral dapat digambarkan apabila seorang anak tidak biasa mengerjakan tugas orang tuanya, dia akan menyadari bahwa menjadi orang tua itu sulit, harus mencuci, memasak, menyetrika, ini, itu… Nah, dari sini kita dapat belajar menghargai jerih payah orang lain.

  1. Di lingkungan Sekolah, Biasanya guru yang menerangkan pelajaran untuk kita, sekarang berganti kita yang menerangkan pelajaran untuk sang guru. Selain untuk melatih edukasi anak, juga dapat melatih mental dan rasa percaya diri pada anak-anak. Siswa di sekolah yang biasanya pasif akan berubah menjadi aktif usai mengetahui nikmatnya menjadi siswa aktif di sekolah. Selain itu, kita juga dapat berlatih memahami dan memaklumi keadaan orang lain. Misalnya seorang murid yang bertukar posisi dengan guru akan merasakan capeknya berdiri dan berbicara selama jam pelajaran dan akan memaklumi guru apabila guru terkadang mengajar dengan duduk.
  1. Di lingkungan Masyarakat, Di RT, RW, Desa atau Kelurahan biasanya diadakan pertemuan rutin untuk arisan atau membahas persoalan masyarakat. Arisan yang biasanya dilaksanakan oleh ibu-ibu dan Bapak-bapak, sekarang anak-anak juga dapat menirunya. Hal ini dapat menimbulkan rasa kemasyarakatan pada anak-anak, sehingga rasa antusias dan perhatian anak-anak juga tertuju pada kegiatan sosial di lingkungannya. Selain Itu, juga dapat melatih tanggungjawab anak apabila kegiatan masyarakat itu diserahkan seluruhnya pada anak.
  2. Di lingkungan Pemerintah, Dengan menerapkan hari kebalikan ini pemerintah bisa bertukar posisi menjadi warga masyarakat biasa. Hari kebalikan ini merupakan sarana yang tepat bagi pemerintah untuk melihat kondisi rakyat yang sebenarnya. Jadi pemerintah dapat mempertimbangkan keadaan ditempat yang sudah digantikannya karena pengawasan pemerintah pada masyarakat jauh lebih luas.
  1. Saran saya adalah :
  1. Apabila kita betukar posisi sebagai orang tua, maka jangan menyuruh orang tua kita dengan bahasa yang kasar dan sewenang-wenang. Apapun keadaanya, mereka tetaplah orang tua kita.
  2. Apabila kita bertukar posisi dengan guru di sekolah, tentu menyulitkan karena jumlah siswa jauh lebih banyak dari pada guru seorang. Oleh karena itu, penerapannya dilakukan secara bergantian, tetapi masing-masing tetap harus menyampaikan materi persis seperti gurunya mengajar. Kegiatan ini dapat dilakukan saat upacara bendera, biasanya yang jadi pembina upacara adalah guru atau kepala sekolah, sekarang siswa juga bisa melakukannya. Murid-murid biasa menjadi team Paskibra, tapi… apakah guru kita juga bisa ?
  1. Kegiatan arisan meniru orang tua kita jangan membahas kegiatan RT atau uang arisan, melainkan berkumpul bersama teman-teman se-RT untuk membahas peran generasi muda di masyarakat.

Cita-cita luhur seperti apasih yang harus disebarluaskan khususnya dikalangan generasi muda saat ini Pak Dandim…? 

Untuk mewujudkan cita-cita luhur itu kita harus bekerja keras, pengamalan agama secara totalitas tidak ngambang dan membangun pribadi-pribadi yang santun serta berkarakter melalui budaya belajar dan berlatih baik diforum formal maupun non formal. Mari kita bercermin pada sejarah perjuangan bangsa yang saat itu mereka berhasil melepaskan diri dari belenggu penjajah dan menjadi bangsa yang mandiri. Dengan cara memperjuangan masa depan dengan adab yang telah diajarkan guru dan orang tua. Niatkan pada diri kita untuk bisa mengatur ekonominya sendiri dan bisa menjadi bangsa yang berdaulat dan sejahtera. Jadikan momentum peringatan kemerdekaan tahun ini untuk bersatu mencapai Kebumen yang maju, kuat dan tangguh dengan memegang teguh Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika dan keutuhan NKRI.

Lalu pesan moral apa yang tertuang dalam menjaga kemerdekaan Indonesia bagi masyarakat di Kebumen secara khusus nich Pak Dandim…..? 

Masyarakat dan Generasi muda Kebumen harus bisa menjaga dan mengisi kemerdekaan ini melalui kerja keras untuk mencapai prestasi yang gemilang di semua bidang masing-masing. Dengan kata lain, harus bisa menyongsong masa depan dengan memperbaiki, meningkatkan dan mempertahankan prestasi yang sudah ada. Karena yang dinamakan “MENJAGA KEMERDEKAAN INDONESIA” disini adalah mencapai seluruh aspek kehidupan, baik dari sisi pendidikan, moralitas, ekonomi, mental, sosial dan budaya, serta banyak hal lainnya yang mendukung untuk tercapainya kemajuan suatu daerah khususnya Kebumen.

Mari kita mulai dari diri sendiri dengan memperbaiki diri menjadi lebih baik. Jika masyarakat dan generasi mudanya TIDAK bisa memaknai dalam menjaga Hari Kemerdekaan Indonesia ini dengan berusaha menjadi yang LEBIH BAIK, maka berdampak pada kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara akan semakin TERPURUK.

Satukan tekad jangan ada kebodohan, kemiskinan dan angka pengangguran di Kebumen ini. Artinya, pesan pejuang untuk MERDEKA dari keterjajahan atau ketertinggalan dari bangsa lain yang sesungguhnya adalah mengangkat kekuatan masyarakat dan kalangan generasi muda untuk TAMPIL Maju, Sehat, Beriman, Berkarakter dan Berprestasi.

Bangsa Indonesia sangat diperhitungkan oleh bangsa-bangsa asing akan kesuburan dan kekayaan hayati. Tapi bangaimana dengan moral masyarakat bangsa ini sekarang ? Baik rakyat biasa maupun yang jadi pejabat ? Inilah yang mungkin dan pasti pada moment JAGA KEMERDEKAAN INDONESIA SAMPAI KAPANPUN tahun ini perlu menjadi bahan kajian. Bagaimana langkah Bapak menyikapi akan hal ini Pak Dandim ….? 

PERTAMA.    Masyarakat Kebumen harus memiliki mental yang kuat untuk tidak mengharapkan bantuan karena masyarakat Kebumen memiliki potensi untuk keluar dari kemiskinan. 

KEDUA.          Kesempatan mendapatkan pendidikan di sekolah jangan dimaknai sebagai bagian yang harus dilewati begitu saja dengan tanpa mempertimbangkan apa yang terbaik harus didapat dari proses pendidikan di sekolah. Kondisi ini jika diabaikan akan melahirkan generasi yang “penuh dengan tanda tanya.

KETIGA.         Masyarakat Kebumen harus memiliki budaya “do the best”, (berbuat yang terbaik) kompetitif, prosedural dan disiplin terhadap tata etika dan aturan formal kehidupan bernegara di negeri ini, sehingga tidak melahirkan budaya kolusi serta kong kali kong dengan pejabat.

KEEMPAT.    Pejabat di wilayah Kab. Kebumen yang memililki kewenangan harus selalu dilandasi bahwa jabatan dan kewenangannya itu adalah sebagai amanat dan memaknai bahwa dirinya adalah pelayan bagi masyarakat. Karena kita masih prihatin masih ada penyalahgunaan wewenang yang melahirkan kolusi, korupsi, nepotisme menghiasi keseharian negeri ini.

Oleh karena itu, melalui peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ini kita warga Kebumen yang merupakan bagian dari komponen bangsa harus lebih mengintrospeksi diri untuk bisa memperbaiki moral bangsa. Moral bangsa sangat menentukan sebuah kemajuan suatu negara. Seyogyanya semua elemen bangsa bersinergi dan bersatu demi bangsa yang lebih bermartabat. Negeri ini harus BISA memperbaiki moral dan akhlak kita masing-masing. Melalui pendidikan yang terukur maka akan melahirkan generasi yang cerdas dan bermoral. Tatanan kehidupan perekonomian dan sosial masyarakat yang lebih baik, sistem pemerintahan yang bersih dan amanah serta menjadi bangsa yang maju dan diperhitungkan di mata dunia.

Untuk menutup segmen kali ini….adakah pesan moral, khususnya bagi warga Kebumen….? Silahkan Pak Dandim…

Gelorakan jiwa sejati gotong-royong pada setiap individu warga Kebumen sebagai modal untuk bersatu mewujudkan kesejahteraan masyarakat, ini landasan semangat yang harus kita pertahankan sampai kapanpun. Meski semakin mendesaknya tuntutan zaman yang sarat dengan berbagai perubahan.

Kebumen ini memiliki kekuatan jumlah sumber daya manusia yang cukup, mari kita wujudkan harkat dan martabat dalam persaingan ekonomi. Ekonomi kita akan tumbuh menjadi besar dengan kata kuncinya terletak pada hasrat kita untuk tetap menjaga iklim yang tenang, merdeka, suasana selalu kondusif penuh keharmonisan dalam persatuan.

Jadikan diri sebagai teladan dan mari kita tetap bersatu sebagai sesama anak bangsa yang sadar akan maksud peringatan “Menjaga Kemerdekaan Indonesia Sampai Kapanpun.” Kemerdekaan Indonesia yang ke 74 kali ini kita jadikan sebagai alat untuk memperbarui semangat gotong-royong sebagai warisan kearifan lokal yang akan membawa Kebumen menuju kejayaan dipentas global dengan berlandaskan nasionalisme bangsa yang solid. (Pendim)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *