Dandim 0709/Kebumen Lepaskan Ratusan Tukik di Pantai Jogosimo

Dandim 0709/Kebumen Lepaskan Ratusan Tukik di Pantai Jogosimo

KODIM 0709/KEBUMEN, Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf Zamril Philiang bersama Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz dan jajaran Forkopimda Kab. Kebumen melaksanakan aksi pelepasliaran anak penyu atau tukik di Pantai  Kalibuntu Desa Jogosimo Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen, Minggu (4/8/19).

Turut hadir dalam acara pelepasan tukik, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kebumen H Azam Fatoni SH MSi, Kepala Dispermades P3A Kebumen Drs H. Frans Haidar MPA, Kepala Dinas Kelautan dan perikanan Kab. Kebumen Drs. H. La Ode Haslan, Camat Klirong Wawan Sujaka S.STP., Kapolsek Klirong diwakili Kasi Humas Aiptu B. Gunadi. SH, Danramil Klirong diwakili Pelda Bambang. PH, Kepala Desa Jogosimo Sokhibun beserta perangkat dan warga desa setempat.

Dalam kesempatan tersebut Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf Zamril Philiang mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan panitia pelestarian anak penyu dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Gajah Gunung. “Ini adalah gerakan yang sangat positif dimana bisa menjadi daya tarik tersendiri dalam menambah panorama wisata pantai. Terlebih pelepasan anak penyu atau tukik di area konservasi ini akan mengangkat potensi objek wisata Kalibuntu khususnya dan umumnya kawasan pantai Kebumen. Saya mengapresiasi sekali acara ini adalah sebuah inisiatif dan upaya penyelamatan telur-telur penyu dari para pemburu untuk kemudian ditetaskan menjadi tukik. Yang lebih penting dalam kegiatan ini adalah untuk menambah populasi penyu yang kian terancam punah.” terang Dandim.

Sebanyak 200 ekor anak penyu atau tukik dilepas Dandim, Bupati dan sejumlah pejabat Pemkab Kab. Kebumen ke laut lepas. Bagi para wisatawan yang ingin turut serta melepas tukik bersama Dandim dan Bupati tersebut cukup membayar Rp 5.000, untuk jasa penyeberangan dengan perahu ke lokasi habibat penyu serta tempat pelepasan tukik.

Aksi wisata pelepasan tukik akan menjadi agenda tahunan. Tukik yang dilepaskan merupakan hasil penetasan  alami. “Penyu biasa bertelur pada Juli dan Agustus,“ jelas Munajat Ketua Kelompok Sadar Wisata.

Pelepasan tukik ke laut lepas sebagai aksi wisata ini sudah dua kali dilakukan para anggota Pokdarwis yakni untuk yang pertama pada Agustus 2018 lalu. Sedangkan konservasi penyu di desa itu sudah berjalan dua tahun. Melalui aksi lepas 200 tukik ini diharapkan masyarakat akan semakin menjaga pelestariannya.

“Saya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat agar kegiatan ini kedepan dapat melibatkan banyak kalangan, aktivis, hingga melibatkan peran serta pemuda dan anak-anak didalamnya. Pelestarian tukik ini dapat menjadi sarana edukasi dan penyadaran kepada masyarakat, terlebih kepada anak-anak agar sejak dini mengetahui arti pentingnya kelestarian satwa penyu agar tidak punah, sehingga kedepan anak-anak dapat berpartisipasi dalam usaha perlindungan, konservasi dan pelepasliaran tukik.” imbuh Dandim. (pendim)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *