Dandim Minta Waspada Perubahan Iklim, Siapkan dan Cek Peralatan Kebencanaan

Dandim Minta Waspada Perubahan Iklim, Siapkan dan Cek Peralatan Kebencanaan

KODIM 0709/KEBUMEN. Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf Zamril Philiang melaksanakan kegiatan sosialisasi penanggulangan bencana alam banjir bandang waduk wadaslintang  yang diikuti seluruh jajaran lintas sektoral di lingkungan Pemkab Kebumen bertempat di Hotel Mexolie Kebumen Senin (30/09/19).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 s.d 15.00 WIB itu diselenggarakan atas kerjasama Kodim 0709/Kebumen dengan BPBD Kab. Kebumen, Bertindak selaku Ketua Panitia penyelenggara Kabid Pencegahan dan Penindakan BPBD Kebumen Elis Joko Widodo dengan melibatkan sebanyak 200 orang peserta.

Acara tersebut juga menghadirkan beberapa pejabat di lingkungan Pemkab Kebumen dan beberapa elemen masyarakat dan sejumlah Relawan, nampak hadir pula Kepala Staf Kodim 0709/Kebumen Mayor Chb Dapotman Pandiangan, S.T, Kepala BPBD Kab. Kebumen Drs Eko Widianto, Para Perwira Staf beserta para Danramil jajaran Kodim 0709/Kbm, Perwakilan para anggota Kodim 0709/Kebumen, Perwakilan para anggota Polres Kebumen, Perwakilan para Kades, Perwakilan Perangkat Desa, Para Relawan dan anggota BPBD Kab. Kebumen.

Dalam sambutannya, Kepala BPBD Kab. Kebumen Drs Eko Widianto mengatakan, “Kami menidak lanjuti tentang sosialisasi yang sudah dilaksanakan oleh Korem 072/Pamungkas tahun 2017 di Sempor yang semula dari Korem sebetulnya berharap ini bisa dilakukan bersama-sama dengan Kodim 0708/Purworejo waktu koordinasi ke Purworejo untuk bisa dilakukan bersama-sama walaupun wilayahnya masing-masing.

Akan tapi tidak menjadikan persoalan bagi kita sekalian pada hematnya untuk kegiatan ini kita akan mengajak ke semua pemangku kepentingan baik itu dari aparat kesatuan atau mungkin juga dari OPD sampai dengan relawan dan masyarakat, untuk bersama-sama manakala sewaktu-waktu hal itu terjadi paling tidak kita sudah pernah melakukan simulasi di mana harapan itu nanti bisa mengurangi korban atau mungkin juga kerugian yang diderita oleh masyarakat.

Wilayah Kab. Kebumen yang terdiri dari 460 Desa dan 26 Kecamatan didampingi Camat masing-masing sebagai pimpinan OPDnya tetap akan sangat repot kalau sampai hal itu terjadi. Untuk itu kita harus adil dalam membantu masyarakat terlebih dijajaran TNI.

Pada kesempatan yang sama Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf Zamril Philiang dalam arahannya mengatakan, “Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengambil langkah-langkah kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana alam, kita dapat mendirikan Posko bencana yang dibantu TNI dan Polri, kita tidak mengharapkan bencana, tapi kita dapat antisipasi sebelum bencana itu terjadi di wilayah kebumen. Untuk itu kami minta kepada rekan-rekan sekalian untuk dapat bekerjasama karena ini tanggugjawab kita semua. “ ucapnya.

Lanjut Dandim, “Bencana banjir, tanah longsor, ancaman angin kencang, puting beliung yang dapat mengancam kita kapan saja, ini memerlukan kepekaan terhadap perubahan iklim dan cuaca yang dianggap ekstrim, untuk itu saya menghimbau kepada semua pihak untuk selalu waspada jika hal-hal tersebut berada di wilayah kita.

Contoh dari bencana Hidrometeorologi, seperti banjir, angin puting beliung, tanah longsor contoh bencana hidrometeorologi dulu yang pernah terjadi di wilayah Kec. Adimulyo. Disini kami sudah membuat pemetaan tanah yang akan terjadi pergerakan tanah di wilayah Kabupaten Kebumen yakni di wilayah Kecamatan Ayah dan Buayan.

Kita perlu lalukan latihkan mitigasi bencana mulai dari pra penanggulangan bencana, tanggap bencana, hingga penanganan pasca bencana. Siapkan selalu sarana dan prasarana dalam mendukung kesiapsiagaan kita dan kesiapan bilamana bencana itu terjadi. Lakukan terus koordinasi yang baik antar instansi terkait dan staf pemerintahan yang lain dalam penanganan kegiatan ini. Miliki reaksi cepat sebagai bentuk ketanggap segeraan dalam aksi penyelamatan/evakuasi korban dan jangan terlambat. Cek dan fungsikan kembali peralatan yang ada dalam mendukung tugas ini, lakukan deteksi bencana bukan hanya pada ancaman banjir dan longsor saja termasuk ancaman bencana lainnya tetapi juga kita harus waspada terhadap ancaman tsunami terutama di wilayah-wilayah rawan tsunami yakni mulai dari Mirit, Ambal, Buluspesantren, Petanahan, Klirong, Puring, Buayan dan Ayah. Yang semua itu memerlukan perhatian serius oleh segenap lapisan pemerintah daerah dan segenap lapisan masyarakat.” imbuh Dandim. (Pendim).

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *