Danramil Kuwarasan Sebagai Nara sumber Pokja Kampung KB

Danramil Kuwarasan Sebagai Nara sumber Pokja Kampung KB

KODIM 0709/KEBUMEN, Jumlah perempuan Indonesia (sudah menikah) makin banyak menggunakan kontrasepsi dan sadar kesehatan reproduksi, namun angka kelahiran mengalami stagnasi pada tingkat yang relatif tinggi dengan jumlah ibu melahirkan lebih dari dua anak.

Dan inisiatif Kampung Keluarga Berencana (KB) menjadi upaya pemerintah untuk mendengungkan kembali program KB, sejalan dengan semakin tingginya kesadaran perempuan di negara-negara akan pentingnya kontrasepsi dan kesehatan reproduksi.

Bertempat dibalai Desa Sidomukti Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen telah diadakan Pertemuan program kerja ( Pokja ) kampung KB Tahun 2019 , Selasa (03/I2/20I9).

Hadir dalam kegiatan antara lain Danramil 19/Kuwarasan Kapten Arh Siswoto Nurharjo, Koordinator Penyuluh KB Kec Kuwarasan ibu Purwati, SE, Dari KUA Kec Kuwarasan ibu Rusminah, S.Ag, PPL BPP Kec Kuwarasan Ludiyono, Babinsa Sidomukti Serda Suratno, Bhabinkamtibmas Bripka Sujadi, Kades Sidomukti bpk Sukiman, S.Pd, (pengurus Pokja Kampung KB dan undangan).

Komandan Koramil 19/ Kuwarasan Kapten Arh Siswoto Nurharjo dalam sambutannya menyampaikan pertemuan kelompok kerja kampung KB  ini merupkan agenda yang wajib dilaksanakan untuk menyusun rencana kegitan kedepan, sebagai Desa yang dipercaya oleh tingkat kecamatan untuk mewakili maju ketingkat yang lebih tinggi perlu kerja keras dan perlu selalu kordinasi dan komunikasi dengan semua pihak agar bisa berjalan dengan baik.

Syarat kampung KB. Pokja Kampung KB harus dari kampung tersebut, Prasarana kampung KB didukung dari pemerintah dan data kampung KB harus akurat. Masing masing Pokja harus identifikasi masalah di kampung tsb dan mencari potensi yang ada.

Prinsip pengelolaan kampung KB harus mengetahui ikut pokja mana dan mengidentifikasi masalah, kampung KB sebagai kebutuhan masyarakat dan bersifat mandiri. Kampung KB memerlukan relawan yang siap. kegiatan kampung KB mengacu pada permasalahan yang ada. Pemeran utama adalah masyarakat sebagai pelaku dan penerima program, petugas lapangan sebagai pendamping dan pembina. Kegiatan kampung KB harus terencana sesuai permasalahan kampung.

Ibu Purwati, SE selaku Koordinator penyuluh KB Kecamatan Kuwarasan menambahkan, sebagai kader posyandu harus bisa memberikan contoh kepada warga dan anak kita, anak-anak kita adalah aset yang harus dididik dengan baik, hindari kasus kekerasan terhadap anak dan keluarga, bimbing dan beri arahan kepada anak kita tentang hal yang tidak perlu untuk dilakukan, dengan di adakan kegiatan kelompok kerja kampung KB ini harapan kedepan bisa lebih terprogram dalam pelayanan kepada  warga masyarakat dalam hal KB.

Kepala desa Sidomukti bpk Sukiman, S.Pd “mengulas apa yang telah disampaikan oleh Bapak dan Ibu dari Dinas terkait dan Nara sumber bahwa kita sebagai orang tua harus bisa memberikan contoh tauladan kepada anak dan keluarga.

Saya mengajak kepada para ibu-ibu kader posyandu juga harus mampu bisa memberikan contoh kepada warga masyarakat seperti semboyan KB dua anak cukup, sering kali para kader posyandu berpesan kepada warga untuk mensukseskan program dua anak cukup, akan tetapi justru ibu-ibu kader memiliki anak ada yang melebihi semboyan KB dua anak cukup.

Ini barang tentu bagi ibu-ibu kader posyandu harus lebih instrospeksi diri karena menjadi contoh itu lebih susah dari pada dicontoh, dan ingat, ibu-ibu kader dan para tamu undangan semua bahwa jumlah penduduk indonesia sudah mencapai 200 juta jiwa lebih.

Kita tidak bisa prediksi sekitar 20 sd 30 tahun lagi jumlahnya bisa menjdi berapa dan apa yang akan terjadi kalau jumlah penduduk sudah melebihi ambang batas, dipastikan kalau jumlah penduduk makin banyak akan timbul kemiskinan, kelaparan, kejahatan dan juga pelayanan kesehatan akan terganggu, akhirnya timbul konflik sosial yang akhirnya berdampak besar kepada kita.

Saya menghimbau kepada  kader posyandu marilah kita terus tingkatkan dan berupaya untuk memberikan penyuluhan, pengertian kepada warga masyarakat agar selalu bersemboyan dua anak cukup.

SSY’95

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *