Babinsa Koramil 13/Buluspesantren Cek Hama Tanaman

Babinsa Koramil 13/Buluspesantren Cek Hama Tanaman

KODIM 0709/KEBUMEN. Babinsa Koramil 13/Buluspesantren Serma Sunarto melaksanakan pendampingan pertanian dalam rangka pengecekan hama tanaman padi jenis hibrida Mapan di lahan seluas 80 ubin milik Bapak Ngatimin anggota Kelompok Tani Sri Mulyo Desa Banjurpasar Kec. Buluspesantren Kab.Kebumen. Selasa. (04/02/2020)

Menurut Ngatimin, padi jenis hibrida Mapan ini lebih hemat benihnya, cukup 10 Kg/Ha karena jarak tanamnya 30 x 30 cm dan tiap lubang tanam satu bibit. Sementara jarak tanam padi lokal 25 x 25 cm dan tiap lubang diisi banyak bibit.  Untuk padi hibrida Mapan bisa menghasilkan anakan 30 hingga 40 batang, berbeda dengan padi lokal yang hanya 15 sampai 20 anakan. Jumlah bulir padi Mapan bisa mencapai 350 bulir jika pada padi lokal hanya 200 bulir per malai.

Dalam kesempatan itu Serma Sunarto saat ikut melakukan pengamatan hama padi Mapan juga mengatakan. “Soal hama dan penyakit, untuk padi hibrida Mapan jauh lebih ringan jika dibandingkan tanaman padi lokal. Tanamannya bebas penyakit, namun hanya hama wereng yang akan bisa kita temui saat padi berumur diatas 70 hari, namun masih bisa dikendalikan, yang bisa kita lakukan dengan mencegah penyebarannya sehingga tidak meluas.

Pada kesempatan yang sama Ngatimin juga menjelaskan akan manfaat tanam padi hibrida Mapan ini, dia mengatakan, “ Harga benih jenis hibrida Mapan bisa mencapai 85 ribu per kilo gramnya dan bahkan ada yang mencapai sembilan puluh ribu per kilo gramnya tergantung jenis Mapan itu sendiri, mau Mapan 02 atau Mapan 05. Meski harganya yang mahal jika dibanding benih padi lokal, namun alangkah baiknya kita coba tanam padi jenis Mapan ini. Karena produksinya yang cukup signifikan.” kata Ngatimin.

Ngatimin juga sempat mencontohkan, “kenaikan produksi 2 Ton/Ha dengan harga gabah Rp. 3.500/Kg berarti tambahan pendapatan bisa mencapai Rp. 7 juta. Setelah dikurangi biaya pembelian benih dan biaya lain-lain maka bisa diperoleh keuntungan lebih dari Rp. 5 juta/Ha. Benih padi hibrida Mapan membuat petani semangat karena peningkatan hasilnya sangat signifikan dan harga benihnya pun masih tergolong terjangkau.” tandas Ngatimin. (Pendim)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *