Dandim 0709 Kebumen Hadiri Upacara Peringatan Detik- Detik Proklamasi ke- 75

    Dandim 0709 Kebumen Hadiri Upacara Peringatan Detik- Detik Proklamasi ke- 75

    KODIM 0709/KEBUMEN, Komandan Kodim (Dandim) 0709/Kebumem Letkol Kav. MS Prawira Negara Matondang, S.E.,M.M  mengikuti prosesi upacara Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-75 diPemkab Kebumen yang dilaksanakan di halaman kompleks kantor Setda kabupaten Kebumen, Senin (17/08/20).

    Upacara yang penuh khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kebumen KH. Yasid mahfudz yang bertindak selaku inspektur upacara (Irup). Sedangkan komandan upacara dijabat oleh Danramil 15/Klirong Kapten inf Kartono dan sebagai Perwira upacara Pasipers Kodim 0709/Kebumen Kapten inf Sumarmo.

    Upacara bendera dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke -75 yang mengusung Tema “INDONESIA MAJU” juga dihadiri Wakil bupati Kebumen H Arif Sugiarto, SH, Komandan Secata Rindam IV/Diponegoro Letkol Inf M.I Mochtar Maksum, Jajaran Forkopimda Kabupaten Kebumen ,para Asisten Sekda Kebumen,pimpinan SAB Kabupaten Kebumen,mantan pejuang dan Veteran serta perwakilan Ormas dan tamu undangan lainnya.

    Amanat Gubernur Jateng yang dibacakan Oleh Bupati kebumen KH. Yasin mafudz.Marilah kita mengucapkan syukur kepada Alloh SWT kita dapat merayakan HUT RI Ke 75 berbeda sebelumnya yang berpengaruh dengan Covid 19 namun aktivitas ini dapat di laksanakan. Saya akan menyampaikan inspirasi pada saat mengunjungi salah seorang Kakek di dukuh terpencil daerah Klaten Jawa tengah,yaitu sosok  seorang kakek bernama Mbah Padmo bercerita kapada saya, urip kui sanajan abot tetep Kudu dilakoni,Ojo sambat lan ojo ngeluh, Ojo mandeg senajan dengkul wis ndhredheg. Nasehat itu, menurut Mbah Padmo, juga selalu disampaikan pada warga Girpasang agar tidak mengeluh dan selalu bersyukur tinggal di lereng gunung.

    Dalam usia negara kita yang ke 75 spirit harus selalu bergelora dalam dada kita, seberat apapun kehidupan yang kita hadapi termasuk menyikapi kondisi di tengah pandemi sebagaimana yang kita rasakan sekarang ini. Dari keteguhan tekad dan spirit hidup mbah Padmo itulah kita mesti bercermin, inilah saatnya kita menengok sanubari untuk menakar seberapa besar kadar cinta kita terhadap negeri. Kadar cinta itu tidak ditentukan seberapa penting posisi kita atau seberapa tenar nama kita.

    Selain contoh sosok Mbah Padmo tadi dapat kita simak lewat heroisme perjuangan para pendahulu kita baik sebelum ataupun setelah kemerdekaan. Saat itu persenjataan kita sangat sederhana dan terbatas namun, kita mempunyai satu senjata pamungkas yakni tekat bulat terbebas dari penjajahan serta tekat bulat mempertahankan kemerdekaan,”pungkasnya.

    Usai acara dilaksanakan pemberian remisi kepada 60 Napi dan peragaan Paskibra Kabupaten Kebumen. (Pendim)

     

    Bagikan

    Mungkin Anda juga menyukai

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *