Dandim 0709/Kebumen : Minta Warga Tingkatkan Semangat Nasionalisme

    Dandim 0709/Kebumen : Minta Warga Tingkatkan Semangat Nasionalisme

    KODIM 0709/KEBUMEN II Dandim 0709/Kebumen Letkol Kav MS. Prawira Negara Matondang, S.E., M.M., mengajak seluruh komponen bangsa untuk memperkuat semangat nasionalisme guna menghadapi tantangan masa depan yang semakin komplek, hal itu disampaikan Dandim saat memberikan kegiatan pembinaan wawasan kebangsaan (Wasbang) kepada 52 warga masyarakat Desa Karanggayam dan Karangmaja bertempat di Aula SMP N 1 Karanggayam, Kabupaten Kebumen, Rabu (09/09/20).

    Kegiatan yang mengambil tema” Pembinaan Wawasan Kebangsaan Membentuk Masyarakat Yang Berkarakter dan Berwawasan Kebangsaan” itu dihadiri Muspika Kecamatan Karang gayam, Pasi Ter Kodim 0709/Kebumen Kapten Inf Agus Handoyo, Kepala sekolah SMP N 1 Karanggayam Dsr. Suprayitno Sp Md, Kepala puskesmas 1 Karanggayam Dr. Jen Alif Latifah Helmy, Kepala Puskesmas 2 Karanggayam Gunawan M. Kes, Kepala desa Karanggayam Bapak Jasirun, Kepala desa Karangmaja Bapak Tunjang serta sejumlah tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda setempat.

    Dandim 0709/Kebumen Letkol Kav MS. Prawira Negara Matondang, S.E., M.M., dalam paparannya menyampaikan bahwa Pemahaman wawasan kebangsaan ini penting bagi masyarakat karena merupakan bentuk pengokohan eksistensi sebagai bangsa yang kuat, bersatu, berdaya saing serta terjaganya sejarah dan kecintaan terhadap tanah air.

    “Bangsa Indonesia kita tercinta tidak lahir di dasarkan atas persamaan kelahiran, kesukuan,  asal usul kedaerahan, RAS, ataupun keagamaan namun (BHINEKA TUNGGAL IKA) yang disatukan oleh Ideologi Pancasila,tuturnya.

    Lebih lanjut Dandim menambahkan dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam suatu pembaharuan ini menjadi semakin penting untuk dicermati. Karena besarnya pengaruh budaya, pandangan hidup sistem politik, tata nilai dan sistem ekonomi yang berkembang dalam tata kehidupan masyarakat Indonesia.

    Dandim juga menegaskan Ancaman Bangsa Indonesia saat ini adalah banyaknya masyarakat kita yang belajar agama yang mengambang atau tidak total,adanya kesenjangan ekonomi dan tidak tahan uji, serta pandangan Ilmu pengetahuan yang sempit dan sikap masa bodoh atau egois terhadap lingkungan sekitar.

    Disamping itu ancaman bagi pemuda generasi bangsa yang banyak terjerumus kedalam pergaulan Narkoba yaitu sekitar 5,1 juta penduduk (2 persen dari jumlah penduduk Indonesia) menyalahgunakan narkoba,15 ribu jiwa meninggal setiap tahun, sangat berbahaya karena banyaknya jumlah korban melebihi korban terorisme,” tandasnya. (Pendim)

     

    Bagikan

    Mungkin Anda juga menyukai

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *