Anggota Pos Koramil Padureso Bantu Evakuasi Hari Ke 5 Bencal Tanah Longsor Kalijering, Korban ditemukan

    KODIM 0709/KEBUMEN. Bencana alam tanah longsor yang terjadi beberapa saat yang lalu di wilayah RT 02 / RW 02 Desa Kalijering, Kecamatan Padureso Kabupaten Kebumen, menuai duka yang mendalam. Selain akses jalan desa tertutup sepanjang 100 meter dan 4 rumah tertimbun longsor, bencana alam ini juga menelan korban jiwa 3 orang meninggal dunia. 2 orang korban ditemukan pada evakuasi hari pertama a.n. Tarsinah (P) 66Th.(MD) dan Doniyatun(P) 55 Th.(MD).

    Anggota Pos Koramil Padureso dipimpin Danpos Pelda Supomo yang mendapat perbantuan dari personel Siaga Kodim 0709/Kebumen bekerjasama dengan Personel Polres dan BPBD Kebumen serta relawan juga warga masyarakat setempat, masih bergotong-royong mengevakuasi korban dan material longsoran sampai dengan hari ke 5, Minggu (14/02/2021).

    Banyaknya meterial tanah longsoran dan kondisi tanah yang labil menjadi kendala dalam proses pencarian dan evakuasi korban. Ditambah lagi cuaca yang tidak kondusif, tiba-tiba hujan turun membuat pencarian harus lebih hati-hati dan waspada karena dikawatirkan terjadi longsor susulan.

    Tim gabungan dari TNI/Polri, BPBD, relawan serta masyarakat akhirnya pada pukul 09.00 WIB telah berhasil menemukan dan mengevakuasi korban ke 3 jenazah a.n. Jemarun (L) 52 Th warga RT 02 / RW 02 Desa Kalijering, Kecamatan Padureso Kabupaten Kebumen. Setelah diserahkan kepada pihak keluarga segera dilanjutkan prosesi pemakaman.

    Danpos Koramil Padureso Pelda Supomo dalam kesempatan tersebut menghimbau kepada warga masyarakat di sekitar lokasi kejadian, agar lebih waspada dalam menghadapi musim hujan ini, perlu diwaspadai tanah ketinggian terjal yang ada di dekat dengan pemukiman karena berpotensi terjadi longsor.

    “Berkaca dari peristiwa ini dan mengingat saat ini cuaca sering tidak menentu, saya mengajak kepada seluruh masyarakat terutama yang bertempat tinggal di daerah pegunungan agar senantiasa memelihara kelestarian lingkungan, terapkan sistim Tebang pilih dan segera mengganti pohon yang ditebang dengan menanami pohon yang baru. Dan yang lebih utama selalu waspada terhadap segala kemungkinan yang terjadi, segera lakukan tindakan evakuasi untuk meminimalisir kerugian dan secepatnya melaporkan kepada petugas supaya cepat dalam penanggulangannya”, tandas Pelda Supomo. (Pendim)

    Mungkin Anda juga menyukai

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *